Ben Kasyafani dan Pola Asuh Santai untuk Sang Putri Remaja
Menghadapi putrinya yang mulai beranjak remaja, Ben Kasyafani punya cara tersendiri. Aktor itu memilih pendekatan yang lebih santai. Tujuannya sederhana: agar Sienna Ameerah Kasyafani merasa nyaman dan terbuka.
Baginya, kunci utamanya adalah komunikasi. Ben tak ingin Sienna memendam sendiri segala keresahan hanya karena takut pada orang tua. "Aku sama Sienna tuh udah kayak temen lah," ujarnya saat ditemui di Pondok Bambu, Jakarta Timur, belum lama ini.
"Jadi aku bilang sama dia dari awal, pokoknya ada keresahan hati, ada yang pengen dilakukan dia sebaiknya share. Jangan ya kita daripada umpet-umpetan apa segala macem,"
Menurut Ben, pola asuh di zaman sekarang memang harus fleksibel. Pendekatan yang terlalu keras dan kaku justru berisiko. Anak bisa merasa tertekan, dan itu yang ingin dia hindari.
Di sisi lain, dia mengakui ada fase-fase tertentu yang mengharuskan orang tua memilih peran. Haruskah bersikap otoritatif sepenuhnya, atau justru mencoba menjadi sahabat? Itu pertanyaan yang sering muncul.
"Ada usia di mana kita harus memutuskan mau jadi orang tua atau mau jadi sahabatnya gitu. Kadang-kadang kita jadi orang tuanya terus, anak khawatir dia ngerasa tertekan akhirnya dia tidak mau bercerita lagi,"
Pilihan akhirnya jatuh pada pendekatan persahabatan. Ben kini lebih banyak mendengarkan. Mendengarkan cerita, juga keluh kesah Sienna. Dia berusaha menciptakan ruang aman agar putrinya itu punya tempat berbagi untuk hal apapun.
"Aku akhirnya memilih sekarang menjadi sahabat terdekatnya untuk mendengarkan," katanya.
Namun begitu, menjadi sahabat bukan berarti lepas tangan. Ben tetap berusaha menanamkan nilai-nilai, terutama agama, dalam setiap obrolan mereka. Peran sebagai pemberi arahan dan bimbingan tetaplah penting baginya.
"Kita sebagai orang tua ya, belajar pengen jadi orang tua yang lebih saleh lagi... Tapi namanya anak kan kita juga harus bernegosiasi lah,"
Harapannya jelas. Dengan komunikasi yang baik dan hubungan yang terbuka, Sienna bisa tumbuh dengan percaya diri. Sekaligus tetap punya pegangan nilai yang kuat saat menjalani masa remajanya yang penuh warna.
Artikel Terkait
Gen Z Dinilai Lebih Rentan Alami Duck Syndrome, Psikiater Ungkap Cara Mengatasinya
Ribuan Warga Padati Lapangan Pancasila Semarang di Acara Road To Kilau Raya MNCTV
Lima Pasangan Zodiak Dinilai Kurang Cocok karena Perbedaan Karakter Mendasar
Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Niat, Tata Cara, serta Keutamaan Penghapusan Dosa Jelang Idul Adha