Ujar Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc.
Ia menambahkan, banyak orang ternyata sudah mulai merawat diri lebih awal. Ini bentuk antisipasi terhadap perubahan kondisi tubuh dan kulit selama berpuasa.
Memang, selama Ramadan segalanya berubah: jam tidur, pola makan, hingga asupan cairan. Semua faktor itu rupanya punya pengaruh nyata pada kesehatan kulit. Makanya, produk skincare dan kosmetik sekarang tak cuma dilihat sebagai pelengkap penampilan. Lebih dari itu, ia jadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Tren ini sekaligus menunjukkan kesadaran masyarakat yang makin tinggi untuk menyesuaikan rutinitas perawatan dengan kebutuhan spesifik di bulan puasa.
Di sisi lain, data ini juga menggambarkan pergeseran cara pandang yang cukup signifikan. Kosmetik dan skincare di Indonesia kini tak lagi sekadar urusan estetika. Produk-produk itu dikaitkan dengan rasa nyaman dan kepercayaan diri dua hal yang sangat dibutuhkan saat menjalani ibadah sekaligus menghadapi intensitas aktivitas sosial yang meningkat jelang Lebaran.
Artikel Terkait
Malam Pengampunan: Doa dan Amalan Istimewa di Nisfu Syaban 2026
Waspada, Popcorn Bisa Jadi Bahaya Tersedak untuk Balita
Demam K-Pop Buka Peluang Bisnis, 5 Kuliner Korea Ini Layak Dicoba
Pengacara Ressa Bantah Klaim Denada: Tak Pernah Ada Komunikasi Sebelum Gugatan!