Popcorn memang camilan yang mengasyikkan. Saat menonton film atau sekadar bersantai, suara 'pop' dan aromanya yang gurih selalu berhasil menghadirkan suasana hangat. Tapi, tunggu dulu. Bagi para orang tua, ada hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membagi semangkuk popcorn dengan si kecil. Camilan ini ternyata menyimpan risiko tersedak yang cukup serius, terutama untuk anak di bawah usia tertentu.
Menurut penjelasan dari Baby Center, tekstur popcorn-lah yang jadi masalah utamanya. Bayi dan balita belum punya kemampuan mengunyah dan menelan yang sempurna. Nah, serpihan kulit biji jagung itu keras dan tajam. Belum lagi biji yang gagal meletup sempurna bentuknya kecil dan padat. Dua hal ini dengan mudah bisa tersangkut di tenggorokan mungil mereka.
Kapan Sebenarnya Anak Boleh Makan Popcorn?
Kuncinya ada pada usia. Kemampuan motorik oral anak berkembang seiring waktu. Mereka baru benar-benar mahir mengunyah dan mengontrol makanan di mulut sekitar usia 4 tahun. Makanya, para ahli sepakat menetapkan angka itu sebagai batas aman. Setelah anak menginjak usia 4 tahun, risiko tersedaknya jauh berkurang.
Namun begitu, orang tua tetap tak boleh lengah. Pilih hanya popcorn yang benar-benar mengembang dan lembut. Periksa baik-baik, jangan sampai ada biji 'keras' yang terselip. Dan yang paling krusial: awasi selalu saat mereka makan. Pengawasan aktif ini penting, apalagi saat anak pertama kali mencoba tekstur renyah seperti popcorn.
Artikel Terkait
Kemenag Tetapkan Idul Fitri 2026, Ini Tata Cara dan Bacaan Takbir Sholat
Shireen Sungkar Wakafkan Sumur di Gunung Kidul Atas Nama Vidi Aldiano
Kreator Konten Prank Jadi Debt Collector Pinjol Ilegal, Tawarkan Bunga 50 Persen
Kuasa Hukum Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV, Tapi Bantah Isinya Perzinaan