Pedro Pascal: Dari Puncak Box Office ke Suara Lantang untuk Palestina

- Minggu, 07 Desember 2025 | 07:40 WIB
Pedro Pascal: Dari Puncak Box Office ke Suara Lantang untuk Palestina

Pedro Pascal jadi aktor paling banyak dicari di Google AS tahun 2025. Posisinya di puncak.

Nama pria kelahiran Chili itu memang terus mencuat. Di layar, tahun 2025 adalah tahun yang sibuk baginya. Ada The Last of Us Season 2, film Eddington, dan Materialists. Tapi yang benar-benar melambungkan namanya adalah perannya sebagai Reed Richards dalam The Fantastic Four: First Steps.

Film Marvel itu sukses besar. Meraup lebih dari $500 juta di seluruh dunia, padahal anggarannya 'cuma' sekitar $200 juta. Debutnya di AS saja langsung $117,6 juta. Film itu bertengger di puncak box office selama berminggu-minggu, jadi salah satu film Marvel terlaris sejak 2022. Wajar saja kalau publik penasaran dengan sang bintang utamanya.

Suara Lantang untuk Palestina

Namun begitu, popularitas Pascal tak cuma soal film. Di luar layar lebar, aktor 50 tahun itu aktif bersuara untuk isu kemanusiaan, terutama untuk Palestina. Ia memanfaatkan platform media sosialnya untuk menyerukan gencatan senjata dan menggalang bantuan untuk Gaza.

Bukan sekadar posting status. Pascal akan menjadi pembawa acara konser amal "Artists for Aid" di Los Angeles, Januari 2026 nanti. Ia akan berbagi panggung dengan Bella Hadid. Acara itu bertujuan mengumpulkan dana untuk Palang Merah Palestina dan organisasi dokter di Sudan.

Apa saja yang sudah dilakukannya? Cukup banyak.

Di Instagram, ia kerap membagikan kondisi terkini di Gaza. Ia dengan tegas mengecam serangan-serangan, khususnya di Rafah. Ia juga mendorong pengikutnya untuk menyumbang ke organisasi seperti Doctors Without Borders.

Tak ketinggalan, ia ikut menandatangani surat terbuka yang ditandatangani banyak selebriti, menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut sebagai genosida di Gaza.

Lalu, apa yang mendorongnya?

Bagi Pascal, ini personal. Dalam beberapa unggahannya, ia menyiratkan bahwa latar belakang keluarganya sebagai pengungsi dari Chili memberinya pemahaman khusus tentang penderitaan akibat konflik dan pengungsian. Pengalaman pribadi itu rupanya yang membentuk empatinya.

Singkatnya, di tengah gemerlap kesuksesan Hollywood, Pedro Pascal memilih untuk menggunakan suaranya. Ia tak hanya jadi bintang yang dicari, tapi juga aktivis yang vokal mendukung rakyat Palestina.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar