Kabar itu datang tiba-tiba dan mengejutkan. Lula Lahfah, selebgram yang dikenal banyak orang, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Jakarta Selatan, Jumat lalu. Usianya masih sangat muda, 26 tahun. Sontak, duka dan tanda tanya menyelimuti.
Polisi masih menyelidiki. Mereka berencana melakukan autopsi untuk mencari tahu penyebab pasti di balik kepergiannya. Dari dokumen sementara, disebutkan bahwa kematiannya disebabkan oleh henti jantung dan henti napas.
Namun begitu, ceritanya tak sesederhana itu. Sebelum meninggal, Lula sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Di awal tahun 2026, ia bahkan curhat lewat media sosial tentang kondisi kesehatannya yang sedang tidak baik-baik saja.
Ia mengeluhkan sejumlah masalah: infeksi saluran kemih, radang usus, batu ginjal, dan GERD.
Nah, soal GERD ini menarik perhatian banyak orang. Para ahli bilang, meski jarang menyebabkan kematian langsung, penyakit asam lambung kronis ini bisa bikin tubuh makin lemah kalau dibiarkan. Apalagi jika ada komplikasi atau infeksi lain yang ikut nimbrung. Kondisi tubuh bisa drop secara perlahan.
Lalu, Apa Sebenarnya GERD Itu?
Singkatnya, GERD terjadi ketika katup di ujung kerongkongan kita nggak nutup rapat. Akibatnya, asam dari lambung bisa balik arah naik ke atas. Kalau kejadiannya terus-terusan, kerongkongan bakal iritasi dan meradang. Inilah yang bikin perih dan panas di dada, atau yang biasa kita sebut heartburn.
Penyebabnya beragam. Bisa karena faktor fisik seperti obesitas atau hernia, tapi juga dipicu gaya hidup. Makan kebanyakan, langsung tidur setelah makan, hobi ngopi atau alkohol, sampai kebiasaan merokok semua itu bisa memperparah refluks asam.
Gejalanya nggak cuma heartburn. Kadang ada rasa asam atau pahit nyangkut di tenggorokan, sakit waktu menelan, atau perasaan kayak ada yang mengganjal di leher. Lebih ngeri lagi, buat sebagian orang, GERD malah muncul dengan topeng lain: batuk kronis, suara serak, atau serangan asma yang tiba-tiba memburuk, terutama di malam hari.
Kalau dibiarin bertahun-tahun tanpa penanganan, bahayanya makin nyata. Kerongkongan bisa terluka parah, menyempit, atau bahkan mengalami perubahan sel yang berisiko kanker. Namanya Barrett's esophagus.
Kembali ke kasus Lula, meski punya riwayat GERD, belum ada yang bisa memastikan itu jadi biang kerok utamanya. Kemungkinan besar, ini adalah gabungan dari beberapa kondisi medis yang ia alami secara bersamaan. Infeksi, batu ginjal, dan faktor lain mungkin saling berkait dan memperberat keadaan.
Kepergian Lula Lahfah, di usianya yang masih belia, jadi pengingat buat kita semua. Jangan pernah anggap remeh sinyal yang diberikan tubuh. Kenali gejalanya sejak awal, ubah pola hidup, dan yang paling penting: jangan tunda untuk periksa ke dokter. Siapa tahu, dengan deteksi dini, komplikasi serius di masa depan bisa kita cegah.
Artikel Terkait
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo