Pengacara Militer Israel Kumpulkan Bukti Dugaan Kejahatan Perang di Gaza
Krisis internal melanda tubuh militer Israel menyusul laporan bahwa sejumlah pengacara militer aktif mengumpulkan bukti dugaan pelanggaran hukum perang selama konflik Gaza. Perkembangan ini menandai perubahan signifikan dalam sikap institusi militer Israel yang selama ini dikenal solid.
Bukti Intelijen AS Ungkap Pelanggaran Serius
Menurut informasi yang beredar, para pengacara militer Israel telah menghimpun data dari berbagai sumber selama tahun pertama operasi militer di Gaza. Bukti-bukti yang terkumpul menunjukkan indikasi kuat pelanggaran hukum humaniter internasional, khususnya dalam penargetan warga sipil dan pekerja kemanusiaan.
Lima mantan pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi temuan tersebut memperlihatkan pola pelanggaran sistematis. Salah satu sumber menyebut materi intelijen AS yang dibagikan dalam pertemuan Kongres Desember 2024 mengandung informasi mengejutkan tentang penargetan warga sipil.
Dukungan AS Terus Berlanjut Meski Ada Bukti
Meskipun bukti-bukti yang terkumpul cukup kuat untuk memicu penyelidikan internasional, pemerintahan AS baik di era Biden maupun Trump tetap mempertahankan dukungan militer penuh terhadap Israel. Laporan internal Gedung Putih pada Mei 2024 sempat mengungkap kekhawatiran pelanggaran hukum humaniter, namun tidak diikuti tindakan nyata penghentian pengiriman senjata.
Skandal Internal Perparah Krisis Moral
Krisis moral dalam tubuh militer Israel semakin dalam dengan mundurnya Mayor Jenderal Yifat Tomer-Yerushalmi, pejabat hukum tertinggi Pasukan Pertahanan Israel. Pejabat tersebut mengakui membocorkan rekaman yang menunjukkan tentara Israel menyiksa tahanan Palestina sebelum akhirnya mengundurkan diri dan dipenjara.
Dampak terhadap Tekanan Internasional
Dengan semakin banyaknya bukti yang muncul dari dalam militer Israel sendiri, tekanan global terhadap Israel diperkirakan akan meningkat signifikan. Pengamat menilai perkembangan ini dapat menjadi titik balik dalam penyelidikan internasional di Pengadilan Kriminal Internasional dan berpotensi mengubah persepsi dunia terhadap konflik Gaza.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam tubuh militer Israel, di mana aparat hukum internal mulai mempertanyakan legalitas dan moralitas operasi militer yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil dan menghancurkan infrastruktur Gaza.
Artikel Terkait
OJK Tegaskan Jual Beli Rekening Bank Ilegal, Ancaman Sanksi Berat Menanti
BRI Group Raih Empat Penghargaan Keuangan Berkelanjutan di Ajang Internasional
Menhub Prediksi Banten Jadi Episentrum Mudik Lebaran 2026
Banten Siagakan Lima Titik Delaying System Antisipasi Kemacetan Mudik 2026