Imlek 2026 tinggal menghitung hari. Tanggal 17 Februari nanti, rumah-rumah warga Tionghoa pasti sudah dipenuhi persiapan. Mulai dari dekorasi merah merona sampai menu makanan spesial untuk disantap bersama keluarga. Tapi hati-hati, lho. Konon, ada beberapa jenis makanan yang pantang dihidangkan saat perayaan. Katanya sih, bisa mendatangkan nasib kurang baik.
Memang, makan besar bersama sanak saudara adalah inti dari perayaan. Suasana hangat, canda tawa, dan tentu saja, hidangan lezat yang menggiurkan. Namun begitu, dalam keyakinan turun-temurun, tak semua makanan boleh sembarangan masuk ke meja makan. Alasannya beragam, mulai dari bunyi penyebutannya, bentuknya, hingga makna simbolis di baliknya.
Nah, kira-kira makanan apa saja yang sebaiknya dihindari? Mari kita lihat satu per satu.
Bubur
Ini yang pertama. Bubur sering dikaitkan dengan masa sulit atau kemiskinan. Makanan sederhana ini dianggap melambangkan kekurangan. Makanya, menyajikannya di hari raya diyakini bisa mengundang kemalangan. Intinya, bubur melambangkan pengharapan yang buruk untuk tahun baru. Jadi, sebaiknya simpan dulu resep bubur ayam favoritmu.
Labu
Soal labu, masalahnya ada pada pelafalan. Dalam bahasa Mandarin, labu disebut "nangua". Bunyi "gua"-nya dianggap mirip dengan penyebutan untuk kematian. Karena kemiripan bunyi itulah, segala olahan berbahan labu kerap dihindari. Daripada mengambil risiko, lebih baik pilih sayuran lain yang tak kalah nikmat.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Desak Hakim Putar CCTV Buktikan Intimidasi Polisi
Ini Dia Brand Hijab Favorit Komunitas, dari Sattka hingga Jasmine
Jakarta Siaga: Hujan Ekstrem Besok, Ini Langkah Nyata Lindungi Keluarga
Syifa Hadju Bersinar dalam Kebaya Terakota di Momen Lamaran dengan El Rumi