Jakarta Angka korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera terus bertambah. Hingga Ahad (4/1/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal telah mencapai 1.177 orang. Data ini menunjukkan kenaikan 10 jiwa dari hari sebelumnya.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, memaparkan rincian yang cukup memilukan.
Menurutnya, tambahan korban itu tersebar di Aceh Utara (3 jiwa), Tapanuli Selatan (5 jiwa), dan Sumatera Barat (2 jiwa). Kabar buruknya, pencarian untuk mereka yang hilang masih berlangsung intensif.
Meski begitu, ada sedikit titik terang. Tim di lapangan berhasil mengoreksi daftar orang hilang setelah mendapat konfirmasi dari keluarga maupun aparat desa.
Sementara itu, gelombang pengungsian masih sangat besar. Jumlah pengungsi tercatat sebanyak 242.174 jiwa. Mereka tersebar di berbagai lokasi yang aman, namun hidup dalam ketidakpastian.
Artikel Terkait
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad