Sore ini, kawasan Jakarta Utara masih berjuang melawan genangan air laut. Banjir rob belum sepenuhnya surut. Menurut data terbaru, setidaknya satu Rukun Tetangga (RT) masih terendam.
Laporan itu datang langsung dari BPBD DKI Jakarta. Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi lembaga tersebut, mengonfirmasi kondisi ini pada Jumat sore.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 1 RT masih tergenang,"
Data itu dia peroleh sekitar pukul empat sore. Dan tampaknya, warga pesisir harus bersiap untuk beberapa hari ke depan. BPBD sendiri sudah mengeluarkan peringatan banjir rob di Jakarta Utara diprediksi bakal berlangsung hingga tanggal 10 Desember nanti.
Lalu, apa penyebabnya? Yohan menjelaskan, ini akibat gabungan beberapa fenomena alam sekaligus. Fase bulan purnama berpadu dengan fenomena Perigee atau Supermoon, memicu pasang maksimum air laut. Kombinasi itulah yang kemudian membanjiri kawasan pesisir.
Dampaknya sudah terlihat sejak pagi. Pintu Air Pasar Ikan bahkan sempat berstatus Siaga I pada pukul tujuh pagi. Genangan pun muncul di beberapa lokasi.
Di Kelurahan Pluit, misalnya, satu RT masih terendam dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter. Cukup untuk menggenangi jalan dan halaman rumah.
Namun begitu, ada juga kabar yang lebih baik. Sejumlah titik lain justru sudah mulai kering. Banjir di Pluit (2 RT), Pulau Panggang (2 RT), Marunda (2 RT), dan Pulau Tidung (2 RT) dilaporkan telah surut.
Begitu pula dengan kondisi di Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS) di Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok. Tadi sempat tergenang, sekarang airnya sudah mengalir pergi.
Artikel Terkait
El Clasico Persija vs Persib Dipindah ke Stadion Segiri Samarinda, Hodak Pastikan Tim Siap Tempur
Badut Penjual Balon di Mojokerto Bunuh Ibu Mertua dan Lukai Istri saat Cekcok Rumah Tangga
Tiga Petugas Keamanan Ditangkap Polda Banten Usai Keroyok Sopir Truk di Gerbang Tol Cikande
Hakim yang Perberat Hukuman Mantan Ibu Negara Korsel Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri