Nama Joko Widodo lagi-lagi disebut. Kali ini, terkait gelombang kasus korupsi yang menjerat sejumlah mantan bawahannya. Menanggapi hal itu, mantan presiden itu terlihat santai saja. "Sudah biasa," kira-kira begitu reaksinya.
Ditemui wartawan Jumat lalu, Jokowi mengakui bahwa namanya hampir selalu muncul dalam setiap kasus yang melibatkan pejabat era pemerintahannya. Menurutnya, hal itu wajar-wajar saja.
"Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya," ujarnya.
Alasannya sederhana: semua program kerja menteri, menurut Jokowi, bersumber dari kebijakan, arahan, dan perintah presiden. Namun begitu, dia dengan tegas membantah hal itu berhubungan dengan tindak pidana.
"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi, enggak ada," tegasnya pendek.
Perkataan Jokowi ini muncul di tengah sorotan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Gelombang pemeriksaan pun merambah ke mantan menteri lainnya.
Artikel Terkait
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang
Bareskram Bongkar Kasus Saham Gorengan, IHSG Anjlok Terimbas
Di Balik Viralnya Lea: Perjuangan Seorang Ibu Melawan Kanker di Rumah Kontrakan Hijau