Nama Joko Widodo lagi-lagi disebut. Kali ini, terkait gelombang kasus korupsi yang menjerat sejumlah mantan bawahannya. Menanggapi hal itu, mantan presiden itu terlihat santai saja. "Sudah biasa," kira-kira begitu reaksinya.
Ditemui wartawan Jumat lalu, Jokowi mengakui bahwa namanya hampir selalu muncul dalam setiap kasus yang melibatkan pejabat era pemerintahannya. Menurutnya, hal itu wajar-wajar saja.
"Di setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya," ujarnya.
Alasannya sederhana: semua program kerja menteri, menurut Jokowi, bersumber dari kebijakan, arahan, dan perintah presiden. Namun begitu, dia dengan tegas membantah hal itu berhubungan dengan tindak pidana.
"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi, enggak ada," tegasnya pendek.
Perkataan Jokowi ini muncul di tengah sorotan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Gelombang pemeriksaan pun merambah ke mantan menteri lainnya.
Sepekan sebelumnya, tepatnya Jumat (23/1), mantan Menpora Dito Ariotedjo memenuhi panggilan KPK. Politikus Golkar itu tiba di Gedung Merah Putih sekitar pukul 12.50 WIB, berbalut kaos hitam dan jaket cokelat. Penampilannya casual, tapi wajahnya serius.
Dito menyatakan kehadirannya semata-mata bentuk kepatuhan pada hukum. "Sebagai warga negara saya harus wajib patuh hukum, kan. Patuh hukum, jadi ya hadir," katanya di lokasi.
Dia menduga pemeriksaan ini terkait kunjungan kerjanya ke Arab Saudi beberapa waktu lalu. Saat itu, dia ikut dalam rombongan Presiden Jokowi yang bertemu Raja Salman. Agendanya, membahas penambahan kuota haji untuk Indonesia.
"Ya, mungkin, kan, yang pernah beredar di luar pas ada kunjungan kerja ke Arab Saudi waktu sama Pak Jokowi," pungkas Dito, mengonfirmasi kaitan antara pemeriksaannya dengan kasus Yaqut.
Narasi yang berulang ini memang menarik. Di satu sisi, ada logika hirarki pemerintahan. Di sisi lain, muncul pertanyaan tentang sejauh mana tanggung jawab seorang pemimpin ketika anak buahnya tersandung masalah hukum. Jokowi tampak memilih bersikap tenang, sambil berulang kali menegaskan bahwa tidak ada perintah untuk berbuat curang. Persoalannya, publik tentu masih menunggu titik terang dari proses hukum yang masih berjalan.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu