Kolaborasi Pertamina dan RSUD Muda Sedia: Menjaga Denyut Nadi Rumah Sakit Pascabencana

- Senin, 19 Januari 2026 | 13:45 WIB
Kolaborasi Pertamina dan RSUD Muda Sedia: Menjaga Denyut Nadi Rumah Sakit Pascabencana

Dinding RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang menyaksikan perjuangan tanpa henti. Di sini, waktu terasa berbeda. Meski bencana sempat mengisolasi wilayah dan merusak infrastruktur, rumah sakit ini tak pernah padam. Ia tetap jadi pelita terakhir bagi banyak warga yang membutuhkan. Dan kuncinya, ternyata, ada pada kolaborasi. Tanpa kerja sama lintas sektor, mustahil layanan kesehatan bisa terus berdenyut di tengah situasi yang serba terbatas.

Bagi dr. Andika Putra, Direktur rumah sakit tersebut, tantangan terbesar pascabencana adalah kecepatan. “Orang sakit tidak bisa menunggu,” katanya. Segala upaya harus dilakukan agar layanan medis segera hidup kembali. Tapi, dua fondasi utama mutlak diperlukan: energi dan air bersih. Tanpa keduanya, semua alat canggih dan niat baik tenaga medis tak berarti apa-apa.

“Dalam masa transisi pemulihan pascabencana, kestabilan energi menjadi krusial. Listrik adalah nyawa bagi peralatan medis,” ujar Andika.

Ia mengapresiasi langkah cepat Pertamina yang menyuplai BBM untuk genset rumah sakit. Dukungan itu, menurutnya, menjadi komplementer yang vital. Setidaknya, listrik bisa terjaga 24 jam penuh, mengatasi fluktuasi daya yang kerap muncul pascabencana.

Namun begitu, persoalan tak cuma sampai di situ. Infrastruktur air bersih publik yang terganggu juga bikin pusing. Proses sterilisasi dan sanitasi pasien terancam. Di sinilah Pertamina kembali turun tangan, dengan rutin mengirimkan satu hingga dua tangki air bersih setiap harinya. Bantuan itu menjaga agar standar kebersihan rumah sakit tidak anjlok.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa program Pertamina Peduli adalah wujud tanggung jawab sosial perusahaan. Fokusnya jelas: memastikan layanan publik seperti rumah sakit tetap bisa beroperasi dalam kondisi darurat.


Halaman:

Komentar