Tompi Buka Suara: Kondisi Mata Gibran yang Dikira Mengantuk Ternyata Ptosis

- Minggu, 04 Januari 2026 | 16:10 WIB
Tompi Buka Suara: Kondisi Mata Gibran yang Dikira Mengantuk Ternyata Ptosis

JAKARTA – Wajah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap terlihat 'mengantuk' belakangan jadi perbincangan. Ternyata, menurut dokter sekaligus musisi Tompi, ada penjelasan medis di balik itu. Kondisi itu disebut Ptosis.

Tompi buka suara lewat unggahan Instagram-nya. Ia menyebut bahwa apa yang dilihat publik sebagai ekspresi mengantuk pada Wapres Gibran sebenarnya adalah sebuah kondisi anatomis. Dalam dunia medis, kata dia, hal itu dikenal sebagai Ptosis.

Namun begitu, ulasannya itu bukan tanpa sebab. Rupanya, Tompi menanggapi komentar Pandji Pragiwaksono yang mengkritik Gibran berdasarkan penampilan fisiknya. Bagi Tompi, hal semacam itu kurang tepat.

"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas," tegas Dokter Tompi, seperti dikutip Minggu (4/1/2026).

Dia melanjutkan penjelasannya.

"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai Ptosis atau suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali bukan bahan lelucon."

Lalu, sebenarnya apa sih Ptosis itu?

Intinya, Ptosis atau Blepharoptosis adalah turunnya kelopak mata atas. Penyebabnya, kekuatan otot yang mengendalikan buka-tutup kelopak mata itu berkurang. Bisa terjadi di satu sisi saja, bisa juga keduanya.

Kalau sudah parah, pupil mata bisa tertutup sebagian atau bahkan seluruhnya. Jelas, ini bakal mengganggu penglihatan. Cukup merepotkan, bukan?

Seperti yang disinggung Tompi, kondisi ini ada yang bawaan lahir (kongenital). Tapi ada juga yang didapat (akuisita) di kemudian hari. Nah, yang perlu diwaspadai adalah ptosis yang muncul tiba-tiba. Seringkali, ini dikaitkan dengan masalah serius di otak, saraf, atau area sekitar mata.

Lantas, bagaimana kita tahu jika ptosis muncul? Gejalanya cukup khas.

Gejala yang paling jelas ya kelopak mata yang turun itu sendiri. Selain itu, ada beberapa tanda lain yang biasanya menyertai. Misalnya, lipatan kelopak mata atas kiri dan kanan jadi tidak simetris. Penderitanya juga sering tanpa sadar mengangkat dagu atau alis agar bisa melihat lebih jelas. Kebiasaan ini kalau terus-terusan bisa memicu sakit kepala atau nyeri leher. Gejala lain yang mungkin muncul adalah kelainan pada pergerakan bola mata.

Sayangnya, mencegah ptosis yang bawaan sejak lahir memang tidak bisa. Tapi untuk ptosis yang didapat, risikonya bisa kita tekan.

Caranya? Hindari pakai lensa kontak terlalu lama. Juga, kurangi kebiasaan menggosok mata berlebihan karena bisa pengaruhi kerja ototnya. Dan yang penting, kendalikan penyakit-penyakit yang berpotensi memicu ptosis dengan pengobatan rutin.

Jadi, begitulah penjelasan soal Ptosis. Kondisi medis yang, menurut Tompi, sedang dialami Wapres Gibran dan seharusnya dipahami, bukan dijadikan bahan candaan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar