Kalau sudah parah, pupil mata bisa tertutup sebagian atau bahkan seluruhnya. Jelas, ini bakal mengganggu penglihatan. Cukup merepotkan, bukan?
Seperti yang disinggung Tompi, kondisi ini ada yang bawaan lahir (kongenital). Tapi ada juga yang didapat (akuisita) di kemudian hari. Nah, yang perlu diwaspadai adalah ptosis yang muncul tiba-tiba. Seringkali, ini dikaitkan dengan masalah serius di otak, saraf, atau area sekitar mata.
Lantas, bagaimana kita tahu jika ptosis muncul? Gejalanya cukup khas.
Gejala yang paling jelas ya kelopak mata yang turun itu sendiri. Selain itu, ada beberapa tanda lain yang biasanya menyertai. Misalnya, lipatan kelopak mata atas kiri dan kanan jadi tidak simetris. Penderitanya juga sering tanpa sadar mengangkat dagu atau alis agar bisa melihat lebih jelas. Kebiasaan ini kalau terus-terusan bisa memicu sakit kepala atau nyeri leher. Gejala lain yang mungkin muncul adalah kelainan pada pergerakan bola mata.
Sayangnya, mencegah ptosis yang bawaan sejak lahir memang tidak bisa. Tapi untuk ptosis yang didapat, risikonya bisa kita tekan.
Caranya? Hindari pakai lensa kontak terlalu lama. Juga, kurangi kebiasaan menggosok mata berlebihan karena bisa pengaruhi kerja ototnya. Dan yang penting, kendalikan penyakit-penyakit yang berpotensi memicu ptosis dengan pengobatan rutin.
Jadi, begitulah penjelasan soal Ptosis. Kondisi medis yang, menurut Tompi, sedang dialami Wapres Gibran dan seharusnya dipahami, bukan dijadikan bahan candaan.
Artikel Terkait
Lebih dari Angpau: Menemukan Makna Baru dalam Tradisi Imlek
Aman atau Tidak? Panduan Lengkap Seks Saat Hamil di Tiap Trimester
Lebih dari Sekadar Uang: Kisah Legenda dan Makna Mendalam di Balik Tradisi Angpao
Clare Herdman: Sosok Pendiam di Balik Kesuksesan Pelatih Timnas Indonesia