Gubernur juga menyoroti perlunya transformasi teknologi untuk bisa menembus pasar negara dengan standar tinggi seperti Taiwan. Ia menceritakan pengalamannya melihat langsung sistem pengawasan mutu yang ketat di Taiwan, di mana produk dengan kandungan zat berbahaya akan langsung ditolak.
Penerapan teknologi modern dan sistem pengawasan yang ketat menjadi kunci untuk memastikan produk kopi Jatim memenuhi standar internasional. Khofifah optimistis, dengan langkah ini, pasar kopi Jawa Timur akan semakin meluas, bahkan berpotensi masuk ke pasar premium seperti Melbourne.
Bondowoso Sebagai Republik Kopi yang Diakui Dunia
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyatakan bahwa ekspor ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak dalam memperkuat citra Bondowoso sebagai "Republik Kopi". Keunikan geografis dan iklim Bondowoso telah melahirkan Kopi Arabica Java Ijen Raung yang diakui dunia melalui berbagai sertifikasi mutu.
Langkah Strategis Ke Depan: Dari Volume ke Kualitas
Direktur Wijaya Coffee, Gianto Wijaya Oe, mengungkapkan langkah strategis ke depan dengan mendatangkan bibit kopi Geisha Panama, kopi termahal di dunia. Langkah ini menandai pergeseran fokus dari sekadar bermain di volume menuju peningkatan kualitas yang lebih tinggi.
Dengan penerapan pola pikir dan sistem kerja berbasis SOP yang terstandarisasi, diharapkan hasil peningkatan kualitas ini dapat langsung dirasakan oleh para petani kopi di Bondowoso, mengukuhkan posisinya sebagai penghasil kopi spesialtas terbaik di Indonesia.
Artikel Terkait
Palantir Pacu Nasdaq, Emas Melonjak 6% di Tengah Gejolak Pasar
Mendag Tegaskan Tak Ada Moratorium, Ekspor Kelapa Tetap Jalan
Pemerintah Pacu Investasi Rp 2.175 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Wacana Gentengisasi Prabowo Hangatkan Harapan di Jatiwangi