Guru SD Depok Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Gunung Putri

- Senin, 08 Desember 2025 | 13:00 WIB
Guru SD Depok Ditemukan Meninggal di Pinggir Jalan Gunung Putri

Sabtu (6/12) pagi, di tepi Jalan Tlajung Udik, Gunung Putri, sebuah pemandangan tak biasa menghentikan laju kendaraan. Seorang wanita tergeletak tak bernyawa. Ia mengenakan mantel plastik biru dan celana hitam, terbujur sendirian di pinggir jalan.

Belakangan terungkap, wanita itu adalah Arifianti, 41 tahun. Ia sehari-hari mengabdikan diri sebagai guru kelas 3 di sebuah SD swasta di Depok. Sosok pendidik yang kepergiannya begitu tiba-tiba.

Agus, suaminya, masih tampak tercenung saat ditemui di rumah kontrakan mereka di Depok, Senin (8/12). Kenangan tentang rutinitas sang istri masih jelas terpampang.

“Kegiatan sehari-harinya ya mengajar. Biasanya pulang sore, kadang malam. Polanya seperti itu,” ujar Agus, suaminya.

Obrolan Terakhir yang Tak Tersambung

Menurut Agus, Sabtu naas itu, Arifianti terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul tujuh pagi. “Dia pergi, tapi tidak bilang mau ke mana,” kenangnya. Saat itu, Agus sendiri sudah berada di Jakarta untuk mengunjungi ibunya, sementara anak mereka tengah belajar.

Jejak komunikasi pun mulai terputus. Agus memperkirakan, setelah waktu zuhur, antara pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, kontaknya dengan sang istri sudah tak ada lagi. “Kalau di-tracking, di jam-jam itu komunikasi sudah hilang,” jelasnya.

Kisah serupa datang dari L, anak kandung korban. Ia bercerita, ibunya sempat melakukan panggilan terlewat (missed call) mendekati pukul 11.00 siang. “Waktu itu soal WiFi rumah. Setelah itu, katanya masalahnya selesai,” ujar L.

Namun begitu, keheningan justru dimulai setelahnya. L mencoba menghubungi ibunya lagi sekitar pukul dua siang. Teleponnya masih bisa tersambung, sayangnya tak seorang pun mengangkat.

Kabar buruk itu akhirnya sampai juga. Dengan suara lirih, L mengungkapkan, “Saya baru dapat kabar kalau ibu sudah tidak ada itu jam setengah sepuluh malam.” Sebuah akhir yang menyisakan duka dan segudang tanda tanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler