Di tengah kemegahan Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Selasa lalu, sosok Megawati Soekarnoputri tampil berbicara. Mantan Presiden Indonesia itu hadir sebagai pembicara dalam Majelis Persaudaraan Manusia Zayed Award 2026. Topiknya tak jauh-jauh dari fondasi bangsa: Pancasila.
Dengan tenang, ia memaparkan falsafah yang dipegang teguh negerinya.
"Kami punya dasar falsafah Pancasila," ujarnya. Lima dasar itu, jelas Megawati, telah digumuli para pendiri bangsa jauh sebelum kemerdekaan. Ia lalu menyebutkan sila-silanya: Ketuhanan, Kemanusiaan, Kebangsaan, Demokrasi, dan Keadilan Sosial.
Menurutnya, inti dari semua itu sebenarnya sederhana: semangat gotong royong. Spirit inilah yang menurut Megawati jadi perekat utama. Bayangkan saja, Indonesia dengan segala keragamannya bisa bersatu. Gotong royonglah yang memungkinkannya.
"Gotong Royong itulah yang telah membuat bangsa Indonesia yang beragam-ragam latar belakangnya itu dapat bersatu," tegasnya.
Tak cuma soal kebersamaan, ia juga menekankan prinsip kesetaraan. Pancasila dan konstitusi, katanya, menjamin hak yang sama untuk setiap warga. Megawati terlihat sangat menghargai jaminan hukum ini. Baginya, itu adalah pencapaian penting.
"Jadi, maksudnya tidak ada perbedaan," lanjut Megawati. "Baik itu laki-laki, perempuan, tua, muda, anak, miskin, atau kaya."
Di sisi lain, Megawati juga menyelipkan cerita unik. Ia mengenalkan panggilan 'Bung' yang melekat pada ayahnya, Soekarno. Bagi yang belum tahu, panggilan ini punya makna mendalam. Bukan sekadar kata.
"Rakyat memanggil presiden pertama bukannya dengan 'Yang Mulia'," katanya. Mereka justru memilih sebutan yang akrab: 'Bung'.
Kata 'Bung', dalam penjelasannya, punya kekuatan meruntuhkan sekat. Ia menghilangkan rasa kaku dan hierarki. Itu sebabnya, sebutan Bung Karno justru terasa lebih bermartabat karena mengandung kesetaraan.
"Sehingga kami sudah terbiasa memanggil presiden pertama yaitu Bung Karno," tutup Megawati, mengakhiri paparannya di forum internasional itu.
Artikel Terkait
Penertiban Pedagang Tanaman Hias di Danau Bisma Jakarta Utara, Pemerintah Fasilitasi Relokasi ke Kemayoran
Prabowo Dijadwalkan Hadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina pada 7-8 Mei
Persib Kunci Kemenangan Tipis atas PSIM Jelang Laga Panas Lawan Persija
Pemkot Jakbar Bangun Saluran 1.050 Meter ke Kali Angke untuk Atasi Banjir Kolong JORR Puri