Trump Umumkan China Borong Kedelai AS, Tapi Kok Harga Justru Anjlok?

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:06 WIB
Trump Umumkan China Borong Kedelai AS, Tapi Kok Harga Justru Anjlok?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa China berkomitmen melakukan pembelian kedelai dalam volume besar dari Amerika Serikat. Kesepakatan strategis ini tercapai setelah AS bersedia menurunkan tarif impor untuk China hingga 47 persen.

Kesepakatan perdagangan kedelai antara AS dan China ini terwujud melalui pertemuan bilateral antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan. Pertemuan ini menghasilkan komitmen kuat dari China untuk segera memulai pembelian produk pertanian AS.

Meskipun pengumuman ini disambut positif, pasar kedelai global menunjukkan reaksi berbeda. Harga berjangka kedelai di Chicago tercatat mengalami penurunan signifikan mencapai 2,2 persen pasca pengumuman tersebut.

Nilai perdagangan kedelai AS-China mencapai lebih dari USD 12 miliar pada tahun sebelumnya. Absennya pembelian dari China dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak negatif bagi petani Amerika sekaligus memperkuat posisi tawar China dalam negosiasi perdagangan internasional.

China sebelumnya telah menunjukkan sinyal positif dengan melakukan pembelian pertama pasokan kedelai AS musim ini, tepat sebelum penyelenggaraan KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).

Namun demikian, analis pasar tetap menyarankan kehati-hatian mengingat volume kargo yang dipesan masih terbatas dan peluang penjualan baru yang semakin menyempit. China diketahui telah melakukan diversifikasi pasokan dengan meningkatkan pembelian dari Brasil dan mulai menerima pengiriman kedelai dari Argentina.

Pernyataan resmi Presiden Trump kepada awak media di Air Force One mengindikasikan bahwa kedua pemimpin telah menyepakati kerangka kerja perdagangan yang dinegosiasikan selama akhir pekan di Malaysia, yang digambarkan sebagai pencapaian luar biasa dalam hubungan bilateral kedua negara.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar