Pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemungkinan bakal variatif. Tapi jangan kaget kalau ada potensi rebound juga. Analis memprediksi suasana pasar akan beragam, setelah pekan lalu yang cukup berat.
Ingat, pada Jumat (30/1/2026) kemarin, IHSG sempat ditutup menguat 97,40 poin ke level 8.329,61. Kenaikan itu sekitar 1,18 persen. Namun begitu, kalau dilihat dari keseluruhan pekan, indeks justru anjlok 6,94 persen. Lumayan dalam juga pelemahannya.
Menurut sejumlah saksi di lantai bursa, fokus pelaku pasar pekan lalu tertuju pada saham-saham yang terkait sentimen MSCI. Imbasnya? Nilai transaksi keseluruhan jadi menurun. Analis dari WH Project mengamini hal ini.
Di sisi lain, ada secercah harapan dari analisa teknikal. Tampaknya, terbentuk tiga candlestick yang membentuk pola morning star. Pola ini kerap dianggap sebagai sinyal awal penguatan. Kalau pola ini benar, IHSG berpeluang menguat di awal pekan. Level 8.567 dipandang sebagai resistance terdekat yang harus ditaklukkan.
“IHSG berpotensi bergerak mixed dengan potensi rebound di awal pekan, dengan faktor meredanya tekanan jual efek konflik MSCI terhadap penyajian data bursa yang dinilai tidak transparan,” tulis WH Project dalam laporannya, Minggu (1/2).
“Namun, masih ada beberapa sentimen negatif lainnya seperti kejatuhan harga emas secara signifikan pada akhir pekan lalu yang menjadi sentimen negatif khusus pada saham-saham terkait pergerakan harga emas,” tambah mereka.
Jadi, meski ada sinyal teknikal yang menjanjikan, angin tidak sepenuhnya berhembus mulus. Sentimen dari luar, seperti kejatuhan harga emas, bisa jadi ganjalan. Dengan mempertimbangkan semua itu, proyeksi pergerakan IHSG pekan ini diperkirakan dalam range 8.100 hingga 8.567. Artinya, pergerakannya bisa ke mana-mana dalam koridor itu.
Nah, buat yang mau mencoba peruntungan, WH Project juga merilis beberapa rekomendasi saham berdasarkan analisa teknikal. Berikut daftarnya:
BBNI: rekomendasi buy. Estimasi targetnya di kisaran Rp4.600 sampai Rp4.700. Support ada di Rp4.380, resistance Rp4.530.
ELSA: juga buy. Targetnya Rp745–Rp800. Support Rp635, resistance Rp720.
EMAS: rekomendasinya sell on strength. Saham ini diperkirakan bisa melemah ke level Rp6.025-Rp5.425. Support Rp6.025, resistance Rp7.375.
ERAL: buy lagi. Target harga Rp370–Rp400. Support Rp334 dan resistance Rp370.
Begitulah kira-kira proyeksi pasar untuk beberapa hari ke depan. Semua mata kini tertuju pada apakah IHSG bisa bangkit dari pelemahan pekan lalu, atau justru terjebak dalam tekanan campur aduk.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020