Presiden Prabowo Subianto tak main-main soal komitmennya untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Kali ini, langkah konkretnya diwujudkan dengan sebuah rencana besar yang digodok jauh di London, Inggris.
Dalam kunjungan kerjanya, Prabowo mengungkapkan ambisi pemerintah untuk membangun sepuluh kampus baru. Kampus-kampus ini akan fokus pada bidang-bidang yang sangat krusial: sains, teknologi, teknik, matematika (STEM), plus tentu saja, kedokteran. Caranya? Dengan menjalin kolaborasi strategis bersama sejumlah universitas papan atas di Britania Raya.
Rencana ini menjadi bahan pembahasan utama dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House. Menariknya, Prabowo tak hanya bertemu pejabat. Ia berdiskusi langsung dengan para profesor dan perwakilan dari 24 universitas ternama dunia. Bayangkan, dari University of Oxford, University of Edinburgh, sampai Imperial College London hadir dalam satu forum.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, kemudian membeberkan detailnya. Fokus Presiden, katanya, sederhana tapi berat: menghadirkan institusi pendidikan berkelas dunia di dalam negeri. Tujuannya untuk mencetak ahli-ahli di bidang sains dan kesehatan yang kompeten.
"Intinya satu, Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang Kedokteran dan bidang STEM. Harapannya, melalui kerja sama dengan profesor-profesor dari top universities di Inggris ini, rencana tersebut dapat segera terealisasi,"
Ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis lalu.
Lalu, seperti apa bentuk kerjasamanya? Skemanya ternyata beragam. Bukan cuma soal menambah kuota mahasiswa Indonesia yang bisa belajar ke Inggris. Lebih dari itu, ada wacana pendirian kampus cabang universitas Inggris di Indonesia. Dan yang tak kalah penting, program pertukaran dosen.
"Harapannya dengan profesor-profesor kemarin dari top university di Inggris, akan bisa kerja sama. Ada yang penambahan mahasiswa yang kuliah di sini, kemudian juga ada pembuatan kampus baru, kampus dari mereka di Indonesia,"
Jelas Teddy.
"Kita sudah punya di Singosari, itu yang pertama. Kemudian yang kedua juga nanti pertukaran dosen, kira-kira begitu. Jadi ada dari profesor mereka yang nanti akan mengajar di Universitas kita,"
tambahnya.
Pertemuan Prabowo juga diisi dengan pembicaraan bersama Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group kumpulan universitas terbaik di sana. Menurut Teddy, ini semua diharapkan bisa jadi pendorong. Pendorong untuk menaikkan peringkat universitas-universitas kita di kancah global.
"Tentunya dengan bertemu kemarin ada Menteri Pendidikan UK juga, kemudian ada dari Russell Group, top-top universitas itu. Harapannya ranking universitas di Indonesia bisa naik di level dunia,"
pungkasnya.
Jadi, itulah garis besar rencana yang dibawa pulang dari London. Sebuah langkah ambisius yang, jika terwujud, bisa mengubah peta pendidikan tinggi Indonesia. Tinggal tunggu realisasinya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Tinjau Lokasi Tabrakan Kereta di Bekasi, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit
Medco E&P dan UMKM Sumsel Sukses Alirkan Minyak Perdana Hanya Dua Hari Setelah Kontrak Ditandatangani
Medco E&P Grissik Resmi Terima Aliran Minyak Perdana dari Sumur Rakyat di Musi Banyuasin
Medco E&P Grissik Terima Aliran Perdana Minyak dari Sumur Rakyat Sumsel Dua Hari Setelah Penandatanganan Kerja Sama