Polda Sumsel Bersihkan Masjid dan Gereja dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

- Jumat, 17 April 2026 | 17:15 WIB
Polda Sumsel Bersihkan Masjid dan Gereja dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumatera Selatan punya cara unik untuk merayakannya. Mereka tak cuma upacara. Personelnya justru turun ke jalan, menyapu dan mengepel rumah ibadah. Aksi ini digelar Jumat lalu di Palembang, sebagai wujud nyata bakti mereka pada masyarakat.

Fokusnya jelas: membersihkan dan membantu. Dua lokasi yang berdekatan, Masjid Nurush Sholihin dan Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Sukorejo, menjadi sasaran. Bersama pengurus setempat, polisi bergotong royong. Mereka menyapu halaman, membersihkan bagian dalam, memastikan lingkungan ibadah itu benar-benar rapi dan nyaman.

Menurut sejumlah saksi, suasana saat itu cair saja. Selain bersih-bersih, ada juga penyaluran bantuan sosial untuk mendukung kegiatan sehari-hari di kedua tempat ibadah tersebut.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk nyata pengabdian,” ujar Kompol Jon Roni Ma Hasibuan, mewakili Karo Logistik, Kombes Budi Santosa.

“Kami ingin memastikan lingkungan rumah ibadah tetap bersih, nyaman, dan layak digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat setempat,” tambahnya.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, punya penekanan berbeda. Baginya, aksi semacam ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ini adalah langkah strategis.

“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah dalam memperkuat moderasi beragama melalui aksi nyata di lapangan,” jelas Nandang.

“Hadirnya Polri di masjid dan gereja ini adalah bagian dari upaya membangun kedekatan dan rasa aman di tengah umat beragama,” pungkasnya.

Jadi, lewat sapu dan kemoceng, Polda Sumsel mencoba mewujudkan komitmennya. Mereka ingin menunjukkan wajah Polri Presisi yang humanis dan inklusif. Bukan cuma soal penegakan hukum, tapi juga menjaga harmoni sosial dari hal-hal yang terlihat sederhana. Tindakan kecil, tapi pesannya terdengar jelas: menjaga kerukunan dimulai dari hal yang konkret.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar