Baca Juga: Kemenparekraf Selaraskan Promosi Pariwisata dan UMKM NTB
Langkah konkret lainnya, melakukan pembinaan berbasis desa industri. Dengan ekosistem dari hulu hilir dalam satu sentra ke sentra lainnya. Selain itu, juga akan disiapkan IKM khusus mengolah eceng gondok menjadi bahan baku yang siap. Bisa oleh perajin turunan di desa lainnya, maupun dalam satu desa tersebut.
”Kolaborasi dengan IKM Tenun Sukarare menjadi salah satu strategi diversifikasi produk eceng gondok sehingga memiliki nilai tambah,” katanya.
Tidak hanya berkolaborasi sesama lokal, melainkan akan bersaing di tingkat daerah luar NTB hingga nasional. Nantinya akan disiapkan untuk expo dalam kegiatan Dekranas Kriya Nusa di JCC Jakarta. ”Sehingga dari eceng gondok akan melahirkan banyak pelaku industri baru dan pasarnya akan dilakukan bussiness matching dengan pelaku industri pariwisata dan industri krearif lainnya,” tandasnya. (fer/r9)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: lombokpost.jawapos.com
Artikel Terkait
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi
Harga Emas Antam Naik Tipis, Buyback Melonjak Lebih Signifikan