Foto-foto dari Rumah Oren menunjukkan pekerja yang telaten merawat tanaman anggrek, mencerminkan dedikasi mereka terhadap budidaya tanaman ini.
Anggrek-anggrek ini kemudian dijual dengan rentang harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp275.000 per pot.
Pasar anggrek Rumah Oren tidak hanya terbatas di Sumedang, melainkan juga mencapai berbagai kota di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, budidaya anggrek di Rumah Oren tidak hanya memberikan dampak positif secara lokal, tetapi juga berkontribusi pada ekonomi nasional.
Budidaya anggrek di Sumedang, khususnya di Rumah Oren, menjadi contoh inspiratif bagi sektor pertanian dan menunjukkan potensi luar biasa dari tanaman hias ini sebagai alternatif pengembangan ekonomi lokal. ADM
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: mediapedomanindonesia.com
Artikel Terkait
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa
Dirut BRI Sinyalkan Dividen 2025 Lebih Besar Didukung CAR yang Kuat
Astrindo dan Indogas Jalin Kerja Sama Penyaluran Gas untuk Proyek Mini LNG
Pengamat Pasar Modal: Notasi Khusus Free Float Tepat, Delisting Perlu Hati-hati