Persebaya Raih Kemenangan Tipis Atas PSM, Tavares Fokus ke Laga Berat Lawan Persib

- Kamis, 26 Februari 2026 | 16:00 WIB
Persebaya Raih Kemenangan Tipis Atas PSM, Tavares Fokus ke Laga Berat Lawan Persib

SURABAYA Ribuan Bonek masih bersorak-sorai di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu malam itu. Suara mereka menggema, memenuhi udara Surabaya yang lembab, sementara para pemain Persebaya berjalan pelan ke ruang ganti. Di papan skor, angka 1-0 atas PSM Makassar terpampang jelas. Angka sederhana, tapi bobotnya jauh lebih berat dari sekadar tiga poin biasa.

Ini adalah napas baru. Sebuah kelegaan setelah performa tim yang naik-turun belakangan ini.

Tapi di tengah euforia itu, pelatih Bernardo Tavares justru terlihat dingin. Tak ada senyum lebar, apalagi perayaan berlebihan. Wajahnya tetap fokus, pikirannya sudah melayang ke pertandingan berikutnya: bentrok dengan Persib Bandung. Liga, rupanya, tak pernah memberi waktu untuk berpuas diri terlalu lama.

Pertandingan sendiri berjalan alot sejak menit pertama. Kedua tim saling mengawasi, bermain hati-hati, segan untuk membuka diri terlalu lebar. Bola bolak-balik di lini tengah, seolah menunggu sebuah percikan.

Dan percikan itu datang di menit ke-26.

Gali Freitas mendapatkan bola di tepi kotak penalti. Hanya dengan satu sentuhan untuk mengecoh bek lawan, ia langsung melepaskan tembakan placing yang keras. Bola melesat deras, menyusur rumput, dan membenam di sudut gawang yang tak terjangkau kiper Reza Arya.

Gol itu seperti menyulut bensin. Atmosfer tegang di Gelora Bung Tomo langsung meledak jadi gegap gempita. Bonek berdiri, berteriak, melepas semua ketegangan. Permainan Persebaya pun berubah; mereka menemukan ritme dan kepercayaan diri yang tadinya hilang.

Memang, dalam sepak bola, kadang satu momen individu saja sudah cukup. Malam itu, momen itu adalah milik Gali Freitas.

Uniknya, setelah unggul, Persebaya malah tak bermain gegabah. Mereka memilih untuk mengendalikan permainan dengan disiplin yang ketat. PSM berusaha merespons, menekan lewat sayap, terutama di babak kedua. Tapi upaya mereka mentah.

Lini belakang Persebaya tampil sangat solid.

Risto Mitrevski jadi batu penjuru, mematahkan setiap serangan sebelum jadi ancaman serius. Organisasi tim rapi sekali jarak antar pemain terjaga, transisi dari bertahan ke menyerang berjalan cepat. Mereka mungkin tidak mencetak gol lagi, tapi menunjukkan hal krusial: kemampuan mempertahankan keunggulan.

Beberapa peluang sebenarnya sempat tercipta. Francisco Rivera nyaris menggandakan skor, begitu pula Bruno Moreira dari sebuah serangan balik. Tapi akhirnya, hanya satu gol yang bertahan.

Kemenangan seperti ini sering disebut "ugly win". Tidak cantik, tapi amat sangat berharga.

Di sisi lain, tiga poin ini menjaga Persebaya tetap di posisi keliga klasemen, dengan 38 poin. Posisinya belum aman, tapi cukup untuk bertahan di persaingan papan atas.

Namun begitu, dampak psikologisnya mungkin lebih penting. Beberapa laga sebelumnya menunjukkan inkonsistensi yang mengkhawatirkan. Tekanan dari suporter dan internal tim mulai terasa. Laga melawan PSM ini bisa jadi titik balik kecil pengingat bahwa yang namanya menang tak harus selalu dengan permainan memukau.

Di liga panjang, efisiensi kerap lebih berguna daripada keindahan.

Kembali ke Tavares, sikap dinginnya itu justru menarik. Ia tak mau timnya larut. Bagi pelatih asal Portugal itu, pertandingan melawan PSM hanyalah satu babak. Masih ada jalan panjang, dan Persib Bandung sudah mengintai di tikungan berikutnya.

Lawan yang satu ini menghadirkan tantangan berbeda: tekanan tinggi, intensitas maut, dan pemain-pemain berbahaya.

Sikap Tavares mencerminkan filosofi pelatih sejati. Momentum dibangun dari konsistensi, bukan dari satu kemenangan saja. Ia paham betul, kemenangan hari ini bisa kehilangan makna jika besok mereka terjatuh lagi.

Jadi, apa pelajaran dari kemenangan tipis ini? Identitas Persebaya musim ini mulai terbaca. Mereka bukan tim yang mendominasi secara brutal, tapi mulai menemukan keseimbangan. Masalah penyelesaian akhir masih ada, ya. Tapi fondasinya terlihat kokoh.

Dan dalam kompetisi, fondasi yang kokoh itu yang biasanya menentukan.

Kini, semua mata tertuju pada satu pertanyaan: apakah ini awal dari konsistensi, atau cuma jeda sebentar sebelum performa kembali fluktuatif?

Jawabannya akan diuji langsung ketika mereka berhadapan dengan Persib. Laga yang tak cuma menguji skill, tapi juga mental dan karakter.

Karena di liga, kemenangan sejati bukanlah tentang sekali menang.

Tapi tentang kemampuan untuk menang lagi, dan lagi, setelahnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar