MADRID – Tertinggal sembilan poin dari Barcelona? Bagi Alvaro Arbeloa, itu bukan alasan untuk menyerah. Pelatih Real Madrid itu dengan tegas menolak melempar handuk dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol musim ini. Meski jaraknya terlihat jauh, Arbeloa bersikeras kompetisi belum usai.
Keyakinannya diuji setelah Madrid hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Girona di Stadion Bernabeu, Sabtu lalu. Hasil yang cukup ironis, mengingat laga itu berlangsung di kandang sendiri. Poin mereka pun mentok di angka 70.
Celakanya, situasi justru makin runyam. Barcelona, yang bermain belakangan, malah menang telak 4-1 atas Espanyol. Kini, dengan sisa tujuh laga, defisit sembilan poin itu terasa seperti jurang. Tapi coba dengar apa kata Arbeloa.
“Kami hanya akan merasa kalah di hari kami kalah. Sampai kami benar-benar kehilangan (gelar), kami akan terus berjuang,”
tegasnya. Pernyataan itu disampaikannya dengan nada datar, namun punya bobot.
Di sisi lain, Arbeloa sepenuhnya sadar bahwa timnya tak punya margin untuk error lagi. Ia menuntut anak asuhnya untuk memberikan segalanya, bahkan lebih dari seratus persen, di setiap sisa pertandingan.
“Untuk mengalahkan tim mana pun di liga, kami harus memberikan 200. Kami bukan tim yang bisa selalu menang dengan 90 (kemampuan),” ungkapnya.
Logikanya sederhana: selama masih ada peluang, sekecil apa pun, mereka harus bertarung. Itu sudah jadi janji pada fans dan identitas klub sebesar Madrid. “Jika kami harus kalah, kami tidak punya pilihan selain berjuang di setiap pertandingan, menampilkan yang terbaik. Ini Real Madrid. Jadi, sampai hari terakhir, kami harus berjuang,” tandas Arbeloa.
Namun begitu, jalan di depan tetap berat. Fokus tim segera beralih ke Liga Champions. Mereka harus membalikkan agregat 0-2 dari Bayern Munich di leg kedua perempatfinal. Tantangan berlapis ini benar-benar menguji mental dan kedalaman skuad Los Blancos.
Jadi, meski peluang di La Liga tampak samar, semangat di ruang ganti Madrid belum padam. Arbeloa dan anak-anak asuhnya memilih untuk terus maju, menanti keajaiban, sambil memastikan mereka tak menyerah dengan mudah.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Bantah Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sekadar Seremonial, Paparkan Capaian Diplomasi 1,5 Tahun
Kebakaran Hebat Landa Pasar Jiung Kemayoran, 33 Mobil Damkar dan 100 Personel Dikerahkan
Sekretaris Kabinet: Efektivitas Diplomasi Diukur dari Hasil Konkret, Bukan Frekuensi Kunjungan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, 26 Mobil Damkar Dikerahkan