Jumlah penumpang LRT Jabodebek anjlok 10 persen di hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) untuk ASN. Data yang dirilis menunjukkan, pada Jumat (10/4/2026) lalu, hanya ada 106.301 orang yang menggunakan layanan kereta ringan itu. Padahal, sehari sebelumnya angkanya masih bertengger di 118.505 penumpang. Artinya, ada penurunan sekitar 12 ribu orang dalam sehari.
Menurut Radhitya Mardika, Manager Public Relation LRT Jabodebek, tren penurunan ini sangat terasa. "Penurunan volume pengguna LRT Jabodebek ini merupakan dampak langsung dari kebijakan kerja WFH bagi ASN, khususnya pada jam sibuk," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (12/4).
Dia menjelaskan, dampaknya paling kentara di sejumlah stasiun tertentu. Stasiun-stasiun yang biasanya ramai oleh para pekerja, seperti Kuningan, Setiabudi, hingga Rasuna Said, terlihat lebih sepi. Begitu pula dengan stasiun integrasi seperti Cikoko dan Pancoran.
Namun begitu, operasional harian LRT Jabodebek sama sekali tidak berubah. Layanan tetap berjalan normal dengan pola weekday, menempuh total 430 perjalanan seperti biasa. Semua fasilitas dan petugas di stasiun juga tetap disiagakan penuh.
Radhitya menegaskan komitmen perusahaan di tengah situasi ini. KAI ingin memastikan bahwa LRT Jabodebek tetap menjadi pilihan transportasi yang andal.
“KAI akan terus hadir mendukung mobilitas masyarakat, dan memastikan setiap perjalanan LRT Jabodebek mengedepankan aspek keselamatan serta kenyamanan bagi seluruh pengguna,” pungkasnya.
Jadi, meski jumlah penumpang berkurang sementara, layanan untuk masyarakat yang masih perlu bepergian tak akan dikurangi. Mereka bertekad menjaga kenyamanan dan keamanan perjalanan.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Arus Balik Iduladha: 98 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta, Lonjakan Tertinggi di Tol Cikunir
Zdrink, UMKM Binaan BRI, Buktikan Ide Sederhana dari Kebiasaan Anak Sekolah Bisa Tumbuh Jadi Bisnis Minuman Cokelat
PBB Kecam Rencana Israel Perluas Pendudukan di Gaza hingga 70 Persen
Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026