Minggu sore yang seharusnya riang, berubah jadi malapetaka di aliran Kali Ciliwung. Ega Fauzi, pemuda 19 tahun itu, berenang bersama enam kawannya. Tapi siapa sangka, debit air yang tinggi dan arusnya yang ganas tiba-tiba menyergap. Sekitar pukul tiga setengah sore, ia terseret dan hilang dari pandangan.
Pencarian pun segera dilancarkan. Tim SAR Gabungan turun ke sungai dengan perahu karet, menyisir aliran yang ganas itu. Mereka memantau dari darat, mengorek-orek tumpukan sampah di tepian. Area pencarian membentang jauh, dari lokasi kejadian awal hingga sekitar 12 kilometer ke hilir.
Hasilnya baru terlihat keesokan paginya. Sekitar pukul setengah sepuluh, di bawah Jembatan Kalijodo yang legendaris itu, korban ditemukan. Jaraknya persis seperti yang diduga, sekitar 12 kilometer dari titik ia pertama kali hilang. Ega ditemukan dalam kondisi telentang, di wilayah Kebon Pala Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jakarta Timur.
“Korban ditemukan pada pagi hari ini dan selanjutnya langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,”
Demikian penjelasan Desiana Kartika Bahari, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, dalam rilis tertulisnya Senin (26/1). Ia memaparkan detail operasi yang melelahkan itu.
“Upaya pencarian dilakukan dengan menggunakan perahu karet untuk menyisir area di sekitar lokasi kejadian hingga Banjir Kanal Barat dengan jarak kurang lebih 12 km,” jelas Desiana.
Tak cuma di air, tim juga bekerja keras di darat. Mereka memindai tepian sungai sepanjang jarak yang sama, berharap menemukan tanda-tanda. Semua upaya akhirnya membuahkan hasil, meski berakhir dengan kabar duka. Ega pun dibawa pulang, mengakhiri pencarian yang menegangkan namun pilu.
Artikel Terkait
Tiga Petugas Lapas Blitar Diperiksa Usai Jual Beli Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
DPR Desak Evaluasi Total Izin Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Kejari Gowa Banding Vonis Bebas Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN Rp3,3 Miliar
Harga Emas di Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Melemah