Di sisi lain, tiga poin ini menjaga Persebaya tetap di posisi keliga klasemen, dengan 38 poin. Posisinya belum aman, tapi cukup untuk bertahan di persaingan papan atas.
Namun begitu, dampak psikologisnya mungkin lebih penting. Beberapa laga sebelumnya menunjukkan inkonsistensi yang mengkhawatirkan. Tekanan dari suporter dan internal tim mulai terasa. Laga melawan PSM ini bisa jadi titik balik kecil pengingat bahwa yang namanya menang tak harus selalu dengan permainan memukau.
Di liga panjang, efisiensi kerap lebih berguna daripada keindahan.
Kembali ke Tavares, sikap dinginnya itu justru menarik. Ia tak mau timnya larut. Bagi pelatih asal Portugal itu, pertandingan melawan PSM hanyalah satu babak. Masih ada jalan panjang, dan Persib Bandung sudah mengintai di tikungan berikutnya.
Lawan yang satu ini menghadirkan tantangan berbeda: tekanan tinggi, intensitas maut, dan pemain-pemain berbahaya.
Sikap Tavares mencerminkan filosofi pelatih sejati. Momentum dibangun dari konsistensi, bukan dari satu kemenangan saja. Ia paham betul, kemenangan hari ini bisa kehilangan makna jika besok mereka terjatuh lagi.
Jadi, apa pelajaran dari kemenangan tipis ini? Identitas Persebaya musim ini mulai terbaca. Mereka bukan tim yang mendominasi secara brutal, tapi mulai menemukan keseimbangan. Masalah penyelesaian akhir masih ada, ya. Tapi fondasinya terlihat kokoh.
Dan dalam kompetisi, fondasi yang kokoh itu yang biasanya menentukan.
Kini, semua mata tertuju pada satu pertanyaan: apakah ini awal dari konsistensi, atau cuma jeda sebentar sebelum performa kembali fluktuatif?
Jawabannya akan diuji langsung ketika mereka berhadapan dengan Persib. Laga yang tak cuma menguji skill, tapi juga mental dan karakter.
Karena di liga, kemenangan sejati bukanlah tentang sekali menang.
Tapi tentang kemampuan untuk menang lagi, dan lagi, setelahnya.
Artikel Terkait
Bradl Ungkap Ambisi Marquez: Lampaui Rossi dan Rebut Gelar MotoGP ke-8
Latihan PSIS Memanas, Dua Pemain Asing Hampir Berkelahi Jelang Laga Krusial
Locatelli: Saya Hampir Menangis Usai Juventus Tersingkir dari Liga Champions
Real Madrid Usir Anggota Tribun yang Lakukan Salam Nazi di Bernabéu