Kemnaker Beri Insentif bagi Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi Peserta Magang

- Rabu, 08 April 2026 | 11:15 WIB
Kemnaker Beri Insentif bagi Perusahaan yang Fasilitasi Sertifikasi Peserta Magang

JAKARTA – Pemerintah punya rencana baru untuk meningkatkan kualitas program magang. Intinya, perusahaan yang aktif mendukung sertifikasi kompetensi bagi peserta magangnya bakal dapat prioritas dan insentif dari Kementerian Ketenagakerjaan. Ini upaya serius agar magang tak sekadar cari pengalaman, tapi juga menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang diakui secara resmi.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan hal itu dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

“Kami ingin memastikan program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki pengakuan resmi melalui sertifikasi,” ujarnya.

Jelas sekali, peran dunia usaha dianggap krusial di sini. Menurut Yassierli, merekalah ujung tombak dalam mencetak pekerja yang benar-benar siap pakai. Nah, sebagai bentuk apresiasi, pemerintah akan berikan penghargaan khusus. Perusahaan-perusahaan yang kooperatif ini nantinya akan dapat prioritas dalam berbagai program ketenagakerjaan yang dijalankan Kemnaker.

Di sisi lain, Darmawansyah, Dirjen Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, juga angkat bicara. Ia bilang langkah ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara kemampuan peserta dengan kebutuhan industri yang sesungguhnya.

“Kami mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi. Ini penting agar peserta memiliki bukti kompetensi yang diakui dunia industri,” kata Darmawansyah.

Ia menambahkan, keuntungannya tidak satu arah. Perusahaan pendukung sertifikasi itu sendiri akan mendapat akses lebih luas ke program-program strategis pemerintah. Harapannya, tercipta sinergi yang saling menguntungkan bagi semua pihak: pemerintah, pelaku usaha, dan tentu saja para peserta magang.

Secara angka, program nasional ini sedang diikuti oleh sekitar 100.000 peserta. Mereka tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga. Pelaksanaannya bertahap. Untuk gelombang pertama saja, ada hampir 15.000 peserta yang dijadwalkan menyelesaikan magangnya pada pertengahan April 2026 nanti.

Lalu, apa yang didapat peserta usai magang? Bagi yang menyelesaikan program penuh selama enam bulan, akan ada sertifikat magang. Sementara peserta dengan durasi lebih pendek, antara tiga hingga enam bulan, tetap dapat pengakuan berupa surat keterangan pengalaman kerja. Lumayan untuk portofolio pertama.

Ke depannya, Kemnaker berencana memperluas akses sertifikasi ini. Caranya dengan mempererat kolaborasi bersama BNSP dan Lembaga Sertifikasi Profesi di berbagai sektor industri. Targetnya jelas: mendorong lahirnya tenaga kerja yang tidak cuma kompeten, tapi juga adaptif dan punya daya saing tinggi di pasar kerja yang semakin ketat ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar