Laporan dari KCNA, kantor berita resmi Korea Utara, mengungkapkan negara itu baru saja menyelesaikan rangkaian uji coba senjata selama tiga hari. Uji coba ini fokus pada pengembangan persenjataan berteknologi tinggi, termasuk senjata elektromagnetik dan bom serat karbon yang disebut-sebut sebagai "aset khusus".
Jenderal Kim Jong-sik, yang mengawasi tes tersebut, memang enggan merinci spesifikasi senjata baru itu. Namun, klaimnya cukup membuat waspada.
Di sisi lain, militer Korea Selatan mengaku telah mendeteksi sejumlah peluncuran rudal dari wilayah utara. Menurut pantauan Reuters, proyektil-proyektil itu melesat dengan jarak yang bervariasi, antara 240 hingga 700 kilometer.
Lalu, seperti apa wujud senjata baru yang diuji coba itu? Bom serat karbon, atau sering disebut bom blackout, didesain untuk menebarkan filamen grafit konduktif di atas jaringan listrik. Tujuannya jelas: memicu korsleting massal dan memadamkan pasokan listrik suatu wilayah.
Ada pula senjata pulsa elektromagnetik (EMP) non-nuklir. Perangkat ini fungsinya mirip, tapi sasarannya adalah sistem elektronik militer seperti radar atau avionik pesawat yang bisa langsung lumpuh.
Tak cuma itu, uji coba ini juga disebut melibatkan hulu ledak kluster baru untuk rudal balistik Hwasong-11, yang sudah punya kemampuan nuklir.
Artikel Terkait
Pemerintah Percepat Pencairan Bansos Triwulan II 2026, Tunggu Data BPS
Trump Perintahkan Blokade Total Selat Hormuz, Harga Minyak Tembus USD100
Gus Ipul Imbau Kader NU Tenang dan Tak Terpengaruh Isu Jelang Muktamar 2026
Presiden Prabowo Bertolak ke Moskow untuk Pertemuan Strategis dengan Putin