Pasar saham lagi-lagi diramaikan oleh aksi sektor transportasi dan logistik. Perhatian utama tertuju pada PT Guna Timur Raya Tbk, atau TRUK. Sahamnya mengalami auto rejection atas (ARA) selama tiga hari berturut-turut. Tak main-main, pada Jumat (10/4/2026) kemarin, TRUK melesat 24,73 persen ke level Rp454 per saham.
Namun begitu, di balik gempita kenaikan harga itu, kondisi fundamental perusahaan justru tampak berat. Laporan keuangan yang diungkap ke BEI menunjukkan TRUK merugi Rp6,1 miliar di tahun 2025. Angka ini bahkan lebih buruk dari kerugian tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,7 miliar.
Ada perkembangan menarik lain. Ternyata, emiten logistik PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) sedang memperkuat cengkeramannya. Berdasarkan laporan ke OJK, kepemilikan saham CBRE dan pihak terafiliasinya di TRUK kini sudah mencapai 35 persen. Sebuah langkah akuisisi yang patut dicermati.
Sementara itu, masih dari dunia logistik, ada pemain baru yang baru saja meramaikan panggung. PT BSA Logistics Indonesia Tbk, atau WBSA, resmi melantai di BEI pada hari yang sama. Mereka melakukan IPO dengan harga Rp168 per saham, berhasil mengumpulkan dana segar sekitar Rp302,4 miliar.
Dan respons pasar? Sangat panas. Hingga pukul 14.54 WIB di hari perdana, saham WBSA langsung melonjak 34,52 persen ke Rp226. Minat investor ternyata luar biasa tinggi, terbukti dari oversubscribe yang mencapai hampir 387 kali. Sungguh angka yang fantastis.
Artikel Terkait
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham
Harga CPO Melemah Meski Stok Turun, Pasar Khawatir Produksi Lampaui Permintaan