ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%

- Jumat, 10 April 2026 | 18:15 WIB
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%

Harga saham ARNA ditutup menguat tipis di Rp535 sore ini. Tak cuma itu, ada kabar bagus buat para pemegang sahamnya. PT Arwana Citramulia Tbk bakal membagikan dividen senilai Rp330 miliar untuk tahun buku 2025. Kalau dirinci, angkanya sekitar Rp45 per lembar saham sedikit lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya yang Rp43 per saham.

Dividend yield-nya pun terbilang menarik, mencapai 8,4 persen. Ini didasarkan pada kapitalisasi pasar perusahaan yang tercatat di level Rp3,93 triliun.

Keputusan ini resmi disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Rabu lalu, tepatnya di pabrik kedua mereka di Cikande, Serang. Rapat itu sendiri dipimpin langsung oleh Komisaris Utama ARNA, Marsetio.

Lalu, bagaimana dengan kinerja keuangannya? Sepanjang 2025, ARNA berhasil membukukan laba bersih Rp400,5 miliar. Nah, dari angka itu, dividen yang dibagikan mengambil porsi cukup besar: sekitar 82,5 persen. Artinya, sebagian besar laba dikembalikan ke pemegang saham.

"Sisa laba bersih sebesar Rp70,1 miliar akan ditambahkan pada laba ditahan,"

begitu penjelasan manajemen perusahaan, seperti dikutip Jumat (10/4).

Di sisi lain, performa operasionalnya cukup beragam. Penjualan neto mereka naik 11 persen jadi Rp2,91 triliun. Tapi, ada tekanan di sisi laba kotor yang turun 2,2 persen ke posisi Rp884 miliar. Menurut laporan, kenaikan biaya produksi jadi penyebabnya.

Kalau dilihat dari kekuatan ekuitas, posisinya sampai akhir Desember 2025 cukup solid di angka Rp1,89 triliun. Sementara saldo laba yang ditahan perseroan malah lebih besar, mencapai Rp1,98 triliun.

Jaringan produksi dan distribusi ARNA terbilang luas. Mereka mengoperasikan lima pabrik yang tersebar dari Serang, Tangerang, hingga Gresik, Mojokerto, dan Ogan Ilir. Untuk mendistribusikan produk keramiknya, mereka dibantu oleh 56 sub distributor dan jaringan lebih dari 40 ribu toko.

Kapasitas produksinya pun hampir maksimal. Hingga akhir tahun lalu, kapasitas terpasang mereka 68,77 juta meter persegi dengan utilitas tingkat penggunaan pabrik mencapai 97 persen. Angka ini naik dibanding 2024. Produksi aktualnya sendiri tumbuh 2,3 persen secara tahunan, menjadi 63,54 juta m2.

Jadi, meski ada tantangan biaya, dividen yang dibagikan justru lebih besar. Sebuah sinyal yang mungkin disambut baik oleh pasar.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar