IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham

- Jumat, 10 April 2026 | 17:00 WIB
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham

Pasar saham Indonesia menutup pekan ini dengan sentimen yang sangat positif. IHSG, barometer utama bursa, melonjak cukup tajam sebesar 2,07 persen dan berpijak di level 7.458,50 pada Jumat (10/4/2026). Pergerakannya sepanjang hari terbilang solid, dimulai dari bukaan di 7.346,49 dan sempat menyentuh puncak harian di angka 7.488.

Suasana trading hari ini jelas didominasi oleh pembeli. Dari ribuan saham yang diperdagangkan, 517 di antaranya catat penguatan. Hanya 187 saham yang melemah, sementara 255 lainnya cenderung datar. Aktivitasnya pun cukup ramai, dengan nilai transaksi tembus Rp18,09 triliun dan volume mencapai 40,87 miliar saham.

Yang menarik, kenaikan ini didukung secara luas. Tak cuma IHSG, indeks-indeks lainnya juga ikut merasakan angin segar. LQ45 naik 1,71 persen, JII menguat 1,79 persen, IDX30 bertambah 1,85 persen, dan MNC36 melesat 1,99 persen. Bahkan, seluruh sektor pasar berhasil finish di zona hijau mulai dari energi, keuangan, properti, hingga kesehatan. Tidak ada satu pun yang tertinggal.

Di sisi lain, pergerakan saham-saham individual memberikan warna tersendiri. Beberapa emiten bahkan mencatatkan kenaikan harga yang fantastis.

PT Natura City Development Tbk (CITY) jadi pemuncak dengan lonjakan 34,72 persen ke Rp194. Di belakangnya, ada PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang naik 34,52 persen dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) dengan gain 34,51 persen.

Tentu, tidak semua saham beruntung. Beberapa nama harus rela berada di daftar penurunan.

PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIML) terpangkas 15 persen, disusul PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) yang anjlok 14,02 persen. PT Shield On Service Tbk (SOSS) juga ikut terkoreksi hampir 10 persen.

Secara keseluruhan, Jumat ini menjadi hari yang menggembirakan bagi investor. Pasar menutup pekan dengan optimisme yang jelas terpancar, mengingat kenaikan terjadi secara merata di hampir semua lini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar