Gempa Susulan di Batang Dua, Bantuan Tiba Lewat Laut
Ternate – Sudah lebih dari seminggu, tapi tanah di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, masih terus bergoyang. Rentetan gempa susulan itu bukan cuma meninggalkan rasa was-was yang mendalam, tapi juga mulai menggerus sendi-sendi kehidupan warga. Aktivitas ekonomi macet, urusan pemenuhan kebutuhan pokok pun jadi kian sulit.
Merespon situasi itu, DPD Partai Perindo Kota Ternate akhirnya mengirimkan bantuan. Yang menarik, pengiriman logistik ini harus menembus jalur laut untuk menjangkau warga di wilayah kepulauan yang terdampak. Upaya mereka fokus pada dua hal: menjaga ketahanan pangan dan kondisi fisik korban.
“Kami menyerahkan bantuan 105 karton air minum dan 50 dus mie instan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,”
Begitu penjelasan Ketua DPD Partai Perindo Kota Ternate, Bilhan Gamaliel, pada Jumat (10/4/2026).
Semua ini berawal dari gempa dahsyat berkekuatan M 7,6 yang mengguncang kawasan itu awal bulan ini, tepatnya 2 April. Sejak saat itu, guncangan-guncangan kecil tak pernah benar-benar berhenti. Data dari BMKG mencengangkan: hingga 9 April, tercatat lebih dari seribu kali gempa susulan. Bayangkan, seribu kali getaran dalam hitungan hari.
Wajar saja kalau masyarakat masih enggan kembali ke rutinitas. Trauma psikologisnya nyata, ancaman ekonomi pun mengintai. Di tengah ketidakpastian seperti ini, bantuan logistik sederhana seperti air dan mi instan jadi penopang hidup yang sangat berarti.
Bilhan Gamaliel, yang juga anggota DPRD Kota Ternate, menekankan bahwa dukungan tidak hanya berupa barang. Semangat dan dukungan moril, kata dia, punya peran yang sama pentingnya untuk membantu warga bangkit.
“Harapan utama bagi korban bencana gempa bumi adalah tetap diberikan perlindungan, kekuatan dan ketabahan untuk melewati kondisi yang ada, serta pemulihan kehidupan yang lebih baik,”
ujarnya.
Dia pun mendorong agar proses penanganan pascabencana bisa lebih dikuatkan lagi. Tujuannya jelas: agar pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Doa untuk keselamatan, penanganan pascabencana dan bantuan kebutuhan pokok sangat diharapkan. Kami berharap masyarakat segera bangkit kembali dari dampak fisik maupun psikologis,”
tambah Bilhan.
Pada akhirnya, langkah distribusi bantuan lewat laut ini lebih dari sekadar pengiriman barang. Ini upaya konkret untuk menjaga nyala kehidupan, agar roda ekonomi warga yang tertekan bencana tetap bisa berputar, meski pelan.
Ke depan, yang dibutuhkan adalah bantuan yang berkesinambungan dan proses pemulihan yang cepat. Hanya dengan itu masyarakat Batang Dua bisa benar-benar pulih, bukan cuma secara sosial, tapi juga mampu menggerakkan kembali aktivitas ekonomi yang menjadi nadi kehidupan mereka sehari-hari.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Buka Layanan Perpanjangan SIM Keliling di Lima Titik Jakarta, Jumat 29 Mei 2026
Jemaah Umrah Rugi Rp78 Juta, Laporkan Hanania Travel ke Polda Metro Jaya
Balita Tewas Ditusuk Belasan Kali di Bekasi, Pelaku Diduga Paman dengan Gangguan Jiwa
Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Nelayan yang Hanyut di Sungai Batang Toru dalam Kondisi Meninggal