Pasar saham Asia kembali lesu hari ini, Kamis (9/4/2026). Sentimen negatif ini muncul karena kekhawatiran investor terhadap gencatan senjata AS-Iran yang mulai tampak rapuh. Masalahnya, Selat Hormuz masih jadi titik panas yang mengganggu lalu lintas kapal global.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Iran konon memberi tahu para mediator soal aturan baru. Mereka dikabarkan akan membatasi lalu lintas kapal di selat vital itu hanya sekitar selusin kapal per hari yang boleh lewat, dan itu pun dikenai biaya tol. Aturan ini diberlakukan selama periode gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Faktanya, data dari S&P Global Market Intelligence sudah menunjukkan betapa sepi lalu lintas di sana. Pada Rabu kemarin, hanya empat kapal yang tercatat melintas. Angka itu adalah yang terendah sepanjang bulan April.
Ketegangan makin terasa setelah Israel melancarkan serangan udara baru ke Beirut dan wilayah Lebanon selatan. Serangan ini tentu saja menambah suasana mencekam.
Lalu, kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan sesuatu yang bikin pasar tegang: lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz sempat terhenti total pada Rabu malam. Berita ini langsung memicu kekhawatiran baru soal stabilitas pasokan energi dunia.
Di sisi lain, ada perbedaan pandangan yang kentara antara Teheran dan Washington. Iran bersikukuh bahwa gencatan senjata dengan AS harus mencakup penghentian konflik di Lebanon. Pemerintah AS dengan tegas menyatakan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan mereka.
Celah interpretasi inilah yang bikin pasar tetap waspada. Risiko eskalasi konflik dinilai masih sangat nyata.
Tak heran, di tengah ketidakpastian ini, harga minyak malah meroket. Pasar tampaknya menilai gangguan pasokan masih akan berlanjut. Minyak Brent naik sekitar 3,1 persen ke level USD97,61 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat lebih kuat, 3,6 persen, menjadi USD97,85 per barel.
Artikel Terkait
Triniti Land Rencanakan Akuisisi Mayoritas Saham Prima Pembangunan Propertindo
Menaker Targetkan Pengiriman Magang ke Luar Negeri Tembus 20 Ribu Orang Tahun Ini
SIPF Dorong Penguatan Kelembagaan untuk Sejajar dengan LPS
Harga Emas Antam Turun Rp50 Ribu per Gram, Buyback Anjlok Rp59 Ribu