Di sisi lain, performa sektoral juga tak menggembirakan. Zona merah mendominasi, mencakup sektor-sektor penting seperti konsumer non siklikal, infrastruktur, industri, hingga properti. Teknologi dan keuangan pun ikut terimbas. Namun begitu, masih ada tiga sektor yang bertahan hijau: energi, konsumer siklikal, dan bahan baku. Mereka jadi penyeimbang di tengah tekanan yang meluas.
Meski pasar secara keseluruhan lesu, beberapa saham justru melesat tinggi. Puncak gainers diduduki oleh saham XILV (PT Insight Investments Management Tbk) yang melonjak 34,58% ke Rp134. Di belakangnya, VOKS (PT Voksel Electric Tbk) naik 34,04% ke Rp252, dan ESIP (PT Sinergi Inti Plastindo Tbk) menguat 25,37% ke Rp84. Kenaikan mereka cukup fantastis di tengah sentimen yang cenderung negatif.
Sayangnya, cerita sebaliknya terjadi pada saham-saham yang masuk daftar top losers. DEFI (PT Danasupra Erapacific Tbk) terpangkas 15% ke Rp51. ALKA (PT Alakasa Industrindo Tbk) juga terpuruk, turun 14,92% ke Rp770. Tak ketinggalan, DATA (PT Remala Abadi Tbk) ikut anjlok 14,91% ke Rp1.855. Penurunan mereka menggambarkan betapa selektifnya pasar hari ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026
OJK: Potensi Penurunan Bobot Saham di MSCI Hanya Dampak Sementara