Mischka Aoki Diterima di Oxford dan Stanford, Rengkuh Lima Universitas Top Inggris

- Senin, 06 April 2026 | 21:30 WIB
Mischka Aoki Diterima di Oxford dan Stanford, Rengkuh Lima Universitas Top Inggris

Prestasi Mischka Aoki kali ini benar-benar bikin decak kagum. Bayangkan saja, dua kampus paling bergengsi di dunia, University of Oxford dan Stanford University, menerimanya. Dan itu belum semuanya. Rupanya, semua lima universitas top Inggris yang dia lamar termasuk UCL, LSE, King’s College London, dan Warwick University juga membuka pintu lebar-lebar untuknya.

Nah, soal Stanford, ini lain lagi ceritanya. Kampus di jantung Silicon Valley itu terkenal super ketat. Tingkat penerimaannya cuma sekitar 3,6%, lho. Jadi, bisa dibilang, dapat tawaran dari sana itu pencapaian yang luar biasa.

Menurut sejumlah saksi, proses seleksi Oxford sendiri bukan main berat. Mischka harus berhadapan dengan tujuh profesor sekaligus. Diskusi akademiknya intens, penuh dengan tantangan analitis yang mendalam. Di satu sisi, Oxford memang simbol kedalaman ilmu. Sementara Stanford, ya, itu adalah pusat inovasi dan kewirausahaan yang melahirkan Google atau Netflix.

Hebatnya lagi, undangan dari Stanford itu datang melalui jalur early scholarship yang sangat eksklusif. Dia terpilih dari ratusan ribu pelamar di seluruh dunia.

Di balik semua itu, Mischka bukan cuma pintar secara akademis. IPK-nya sempurna, 4.0. Dia juga anggota Mensa Indonesia dan Australia, dengan IQ yang masuk dalam 0,1% teratas global. Tapi, sikapnya justru rendah hati. Baginya, setiap kesempatan adalah anugerah yang harus disyukuri.

“Saya memandang ini sebagai langkah untuk bisa berkontribusi lebih luas,” katanya suatu kali.

Prestasi internasionalnya pun diakui, salah satunya lewat kemenangan dalam kompetisi Rise for The World yang didukung Rhodes Trust dan Schmidt Futures.

Di ranah penelitian, Mischka juga aktif. Karyanya tentang gender dan kepemimpinan politik sudah dipublikasikan Emerald Publishing dan akan segera terindeks Scopus. Penelitian itu dia kerjakan dengan bimbingan Prof. Dr. H. Muhammad Adlin Sila dari Universitas Indonesia.

Di tengah kesibukan studinya di AS, Mischka bersama adiknya, Devon Kei Enzo yang juga jenius, diterima di University of Melbourne di usia 15 tahun tetap menjalankan inisiatif “Sejuta Impian”. Sejak 2021, mereka berkeliling Indonesia, memberi motivasi dan pelatihan matematika serta public speaking untuk pelajar.

Komitmen sosialnya juga terlihat dari kolaborasi dengan WWF Indonesia untuk isu lingkungan. Bagi Mischka, semua pencapaian ini adalah bekal. Dia ingin dampaknya lebih luas, agar semakin banyak anak Indonesia yang bisa menembus kampus-kampus terbaik dunia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar