Pekan depan, harga emas dunia diprediksi bakal cetak rekor baru. Ini tak lepas dari situasi geopolitik global yang makin memanas, mendorong investor mencari tempat aman untuk dananya.
Menurut analis keuangan Ibrahim Assuaibi, dalam kondisi penuh ketidakpastian seperti sekarang, emas tetap jadi primadona. Ia bahkan melihat peluang besar harga logam mulia di dalam negeri menembus angka psikologis: Rp3 juta per gram.
“Dalam situasi geopolitik yang memanas, investor cenderung mengalihkan aset ke emas. Ini yang membuat harga berpotensi terus naik,”
Ujarnya dalam pernyataan resminya, Minggu (5/4/2026).
Nah, kalau kita lihat pergerakan terakhir, harga emas dunia ditutup di sekitar USD4.671 per troy ounce. Ibrahim bilang, level ini berpeluang melonjak lagi. Target resistance-nya ada di kisaran USD4.878 sampai USD5.080. Kalau angka itu benar-benar tercapai, ya otomatis harga di dalam negeri bakal merangkak naik, mungkin ke Rp2,89 juta bahkan sentuh Rp3 juta per gram.
Tapi jangan salah. Di tengah prospek cerah itu, dia juga ingatkan soal potensi koreksi jangka pendek. Level support untuk emas dunia ada di USD4.543 hingga USD4.358. Sementara untuk pasar domestik, support diperkirakan di angka Rp2,82 juta sampai Rp2,78 juta per gram.
“Jika terjadi koreksi, itu menjadi peluang bagi investor, termasuk bank sentral global, untuk kembali melakukan akumulasi emas,”
Artikel Terkait
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan
BNI Lepas 99,9% Saham BNI Asset Management ke Danantara Rp359,64 Miliar