Video yang beredar di media sosial beberapa hari terakhir ini cukup mengganggu. Rekaman itu menunjukkan seorang pria, diduga warga negara asing, bertindak tak senonoh di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan. Aksi ekshibisionisme itu pun langsung jadi perbincangan hangat.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang petugas keamanan mendatangi pria WNA tersebut. Suara mereka terekam, dan si pria terdengar membalas dengan bahasa asing, sepertinya Inggris, saat ditanya satpam.
Si pengambil video, yang merekam kejadian itu, terdengar memberikan keterangan.
"Ini udah dua kali. Soalnya orang kayak gitu bahaya Pak, dia manggil-manggil tadi, ssttt sssttt gitu, terus ngeluarin 'burung'-nya,"
Di sisi lain, pria WNA itu justru berusaha membela diri. Ia bahkan mempraktikkan gerakan membuka celananya, seolah menunjukkan sesuatu.
"She's crazy, stupid,"
Begitu kata si pria, mungkin merujuk pada orang yang melaporkannya.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Suparmin, kejadian memalukan ini berlangsung pada Sabtu lalu. Dari keterangan yang dihimpun, pelaku punya alasan yang sulit diterima akal sehat: cuaca.
"Keterangan dari saksi, saksi menanyakan ke pelakunya alasan mengapa melakukan perbuatan tersebut. Alasannya cuacanya di Indonesia sangat panas dan membuat gatel dari leher sampai bawah gitu,"
Suparmin menjelaskan hal itu saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).
Setelah diusir oleh petugas keamanan taman, si pelaku langsung pergi begitu saja. Polisi kini mengimbau korban atau pihak keamanan untuk segera melapor jika hal serupa terulang. Jangan cuma diusir.
"Jadi sama sekuriti cuma diusir, nggak diminta nomor teleponnya, lain kali sudah kita imbau kalau ada begitu telepon dulu ke kita ke Polsek biar kita datang dari pihak kepolisian," tegasnya.
"Iya (korban) kita imbau (melapor) kalau emang ini lapor kan biar nanti ada kejadian yang sama atau apa tersangkanya sama berarti udah berapa kali kan,"
Langkah penyelidikan sudah diambil. Polisi telah memeriksa TKP dan berencana menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi. Sayangnya, sejauh ini belum ada kamera yang menangkap jelas.
"Nah kita sambil cek CCTV kan nggak ada nih, kita imbau aja sambil kita cari (pelaku), sambil mengimbau pihak keamanan dalam nih kalau bisa pasang CCTV. Sama kalau ada kejadian serupa segera telpon kita diamanin dulu pelakunya," tutup Suparmin.
Imbauannya jelas: amankan pelaku, lalu hubungi polisi. Biar penanganannya lebih tepat, tidak sekadar mengusir dan membiarkannya hilang begitu saja.
Artikel Terkait
China Kecam Pembelaan Menhan Jepang Soal Modernisasi Pertahanan, Sebut Remiliterisasi Ancam Stabilitas Regional
Menpar Apresiasi BPJPH Percepat Sertifikasi Halal di 1.116 Desa Wisata, 31.548 Sertifikat Terbit hingga Mei 2026
Pembukaan Jalan Lenteng Agung ke Depok Diundur, Baru Beroperasi Bertahap Mulai Pukul 08.00 WIB
Rizky Ridho Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia untuk Laga FIFA Match Day Lawan Oman dan Mozambik