Pemerintah Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rata-Rata 25% Mulai 2026

- Sabtu, 04 April 2026 | 15:00 WIB
Pemerintah Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rata-Rata 25% Mulai 2026

Tak cuma itu, gas yang dipakai pembangkit listrik pun ikut terdongkrak 19,42 persen. Ini seiring dengan penyesuaian harga grosir oleh operator pipa negara, Botas. Pemerintah menyebut sistem tarif bertingkat ini tetap dipertahankan. Tujuannya, katanya, untuk mengatur konsumsi dan mendistribusikan beban biaya secara lebih efisien.

Memang, pasokan langsung ke Turki belum sampai terganggu. Namun begitu, negara ini tetap tak bisa menghindar dari efek domino krisis global. Gangguan di jalur vital seperti Selat Hormuz, misalnya, langsung berimbas pada ketidakstabilan harga.

Menyikapi hal ini, pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan anggaran subsidi energi sebesar USD6,87 miliar untuk tahun 2026. Tapi angka itu dinilai masih sangat rapuh. Jika krisis energi terus berlanjut, anggaran tersebut berpotensi meledak hingga USD20,86 miliar. Beban fiskal yang sangat serius.

Sejak eskalasi konflik Timur Tengah, harga minyak Brent nyaris dua kali lipat, menyentuh sekitar USD109 per barel. Kenaikan harga gas di Eropa ikut memperkeruh situasi, menambah tekanan pada biaya energi di seluruh dunia. Lewat kebijakan penyesuaian tarif ini, Ankara berharap bisa menjaga neraca keuangannya tetap stabil. Sekaligus, tentu saja, memastikan pasokan energi dalam negeri tetap berjalan di tengah pasar global yang makin bergejolak.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar