Namun begitu, struktur kepemilikan TBK tak hanya dipegang oleh mereka berdua. Ada juga Anderson Investment Pte Ltd yang memegang 5,82 persen saham, dan perusahaan ini terafiliasi dengan Temasek Holdings, sovereign wealth fund-nya Singapura.
Selain itu, tercatat beberapa nama lain seperti Bali I Limited, Internet Fund VII Pte Ltd, Jungle Ventures III, Moluccas II Ltd, dan Watimena LP. Secara kolektif, mereka memegang 41,36 persen. Manajemen dengan tegas menyatakan bahwa para pemegang saham ini tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Andree maupun Edwin Wibowo.
Lantas, apa alasan utama di balik akuisisi BIL ini? Menurut jajaran manajemen WBSA, langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan bisnis, terutama masuk ke sektor pertambangan dan komoditas di hulu. Mereka juga ingin melebarkan wilayah operasi ke luar Pulau Jawa.
“Lewat akuisisi BIL, pendapatan perseroan akan lebih terdiversifikasi di beberapa kelompok industri,” begitu penjelasan mereka.
Mereka juga berharap, dengan integrasi ini, biaya angkut jadi lebih efisien dan terintegrasi. Pada akhirnya, klaim mereka, pelayanan kepada pelanggan bisa lebih terpadu.
Selain untuk akuisisi, sisa dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja. Dana itu akan menopang operasional rutin, mengelola kebutuhan arus kas jangka pendek, serta mengembangkan jaringan layanan logistik multimoda mereka.
Semua rencana itu kini tinggal menunggu eksekusi di pasar modal.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168
WOM Finance Bagikan Dividen Rp46 Miliar, Cair Awal Mei 2026