Bus Restu Terguling di Tol Jombang, 1 Tewas dan 34 Luka Diduga Akibat Ban Pecah

- Sabtu, 04 April 2026 | 00:30 WIB
Bus Restu Terguling di Tol Jombang, 1 Tewas dan 34 Luka Diduga Akibat Ban Pecah

Malam itu di ruas tol Jombang, sebuah bus terguling hebat. Kecelakaan maut yang menimpa Bus Restu pada Kamis (2/4/2026) silam diduga kuat berawal dari sebuah ban yang pecah. Tepatnya di KM 687 Tol, wilayah Kecamatan Tembelang, bus itu kehilangan kendali, oleng, dan akhirnya terkapar di badan jalan. Akibatnya tragis: satu nyawa melayang dan tak kurang dari 34 penumpang lainnya menderita luka-luka.

Menurut sejumlah saksi dan petugas di lokasi, ban belakang bus yang tiba-tiba pecah itulah pemicu utamanya. Tapi, polisi masih enggan menyimpulkan secara pasti. Penyebab sebenarnya masih diselidiki lebih dalam.

“Untuk perkembangan korban yang sempat kami catat sampai saat ini 34 yang luka. Mungkin nanti ada perubahan, masih terus kita selidiki,”

ujar Iptu Samsul Arifin, KBO Satlantas Polres Jombang, ketika ditemui di TKP pada Jumat (3/4/2026).

Semua korban yang terluka sudah dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat. Mereka mendapat perawatan di RS Al Azis, RS Islam Jombang, dan tentu saja RSUD Jombang. Evakuasi berjalan cepat, tapi suasana mencekam masih terasa.

Nah, soal penyelidikan, tim gabungan turun tangan. Personel dari Polres Jombang, Polda Jawa Timur, hingga Dinas Perhubungan memeriksa kondisi bus dengan saksama. Mereka tak mau ada detail yang terlewat. Bahkan, alat canggih Traffic Accident Analysis (TTA) milik Polda Jatim pun dikerahkan untuk mengurai kronologi. Sementara itu, bangkai bus yang sudah penyok itu sudah dipindahkan ke kantor PJR setempat. Semua untuk kepentingan penyidikan.

Ada satu hal yang mengganjal. Sopir bus yang melayani rute Ponorogo–Surabaya itu hilang. Ia tidak ditemukan di lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, keberadaannya masih menjadi misteri.

“Untuk sopirnya sampai saat ini masih kita cari, tidak ditemukan di TKP dan masih kita kembangkan,”

tandas Samsul Arifin.

Penyelidikan terus berlanjut. Pertanyaan besarnya: apakah ini murni musibah karena faktor teknis kendaraan, atau ada elemen lain yang berperan? Polisi masih mengumpulkan kepingan-kepingan fakta untuk menjawabnya. Semuanya masih terbuka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar