WNA Korea Selatan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya di Bekasi, Polisi Autopsi dan Koordinasi dengan Kedubes

- Kamis, 28 Mei 2026 | 19:45 WIB
WNA Korea Selatan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya di Bekasi, Polisi Autopsi dan Koordinasi dengan Kedubes

Seorang warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan berinisial S (66) ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya yang berada di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban, baik yang diduga disebabkan oleh benda tumpul maupun benda tajam. Temuan ini mendorong aparat untuk melakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, mengungkapkan bahwa proses autopsi masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi kunci dalam pengungkapan kasus ini. “Ya nanti disimpulkan dalam penyelidikan ya, sedang diautopsi. Nanti baru diketahui penyebab pasti kematiannya,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (28/5/2026). Ia menambahkan bahwa dari pemeriksaan awal, ditemukan banyak bekas trauma kekerasan di tubuh korban. “Tetapi yang jelas di tubuh korban ditemukan banyak bekas trauma kekerasan, seperti itu,” katanya. Lebih lanjut, ia menduga luka-luka tersebut berasal dari kombinasi kekerasan benda tumpul dan benda tajam.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui pada Rabu (27/5) sore. Korban ditemukan oleh putrinya sendiri dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam rumah. “Ya kronologinya kemarin sore jam 15.00 WIB, beliau ditemukan oleh putrinya. Sudah dalam kondisi meninggal,” tutur Wuryanti. Saat ditemukan, korban berada seorang diri di rumahnya dan kondisi lantai serta sekitarnya dipenuhi genangan darah.

Sementara itu, polisi masih terus mendalami kasus ini. Sebagai langkah awal, aparat telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta mengingat status korban sebagai warga negara asing. “Kemudian polisi melakukan langkah-langkah penyelidikan, karena beliau warga negara asing, kami sudah berkoordinasi memberitahukan ke Kedubes (Korsel). Kedubesnya yang ada di Jakarta,” tutup Wuryanti. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai motif atau pelaku di balik peristiwa tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar