Sudah lebih dari sebulan langit Teheran tak pernah benar-benar sunyi. Hari Jumat, 3 April 2026, menandai hari ke-35 eskalasi serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terus mengguncang ibu kota Iran itu. Malam hingga dini hari adalah saat-saat paling mencekam, dengan ledakan-ledakan kerap menyasar jantung kota, bahkan menyentuh kawasan permukiman para pejabat tinggi.
Di tengah situasi yang makin panas, laporan dari lapangan menyoroti satu serangan yang dampaknya cukup personal. Menurut Agiel Laksamana Putra, koresponden Metro TV di Teheran, serangan pada tanggal 1 April lalu benar-benar menghantam rumah mantan Menlu Iran, Kamal Kharazi.
Akibatnya tragis. Istri sang diplomat dilaporkan tewas di tempat kejadian.
Sementara itu, Kamal Kharazi sendiri masih berjuang. Ia kini menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit, berusaha pulih dari luka-lukanya.
Targetnya terhadap Kharazi jelas bukan tanpa alasan. Di balik statusnya sebagai mantan menteri, pria ini dikenal sebagai salah satu penasihat kunci Pemimpin Tertinggi Iran. Pengaruhnya dalam percaturan politik luar negeri Teheran sangat besar. Bahkan, ia aktif terlibat dalam berbagai upaya diplomatik internasional untuk menghentikan agresi militer yang menimpa negaranya. Serangan ke rumahnya seperti sebuah pesan yang keras.
Namun begitu, yang menarik justru respons warga. Meski malamnya dihantui dentuman, siang hari di Teheran seolah hidup dalam normalitas yang berbeda. Denyut kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dikabarkan masih berjalan, tanpa perubahan drastis yang terlihat. Mereka seakan sudah beradaptasi dengan keadaan yang luar biasa ini.
Pemerintah Iran tentu tidak diam. Reaksinya keras dan gamblang. Teheran dengan tegas menyatakan setiap agresi akan dibalas secara asimetris. Sasaran balasannya pun jelas: pangkalan udara, instalasi militer, dan titik-titik strategis AS di kawasan, serta wilayah Israel.
Pernyataan mereka tidak main-main. Iran bertekad tidak akan menghentikan serangan balasan ini. Syaratnya satu: Amerika Serikat dan Israel harus menghentikan total seluruh aktivitas militernya di wilayah kedaulatan Iran. Titik.
Artikel Terkait
KPK Periksa Tiga Hakim Terkait Suap Eksekusi Lahan Tapos Depok
Wakil Ketua MPR Desak Pemerintah Bawa Kasus Penculikan WNI oleh Israel ke Mahkamah Internasional
Remaja 14 Tahun Dibacok di Kepala saat Tawuran Dua Geng di Cikupa, Polisi Tangkap Pelaku dalam 24 Jam
16 Armada Angkutan Barang Terjaring Razia Gabungan di Ancol, Didominasi Pelanggaran Dokumen dan Muatan Berlebih