Jaja Miharja Akui Godaan Terberat: Duren, Tapi Dilarang Dokter!

- Selasa, 20 Januari 2026 | 15:15 WIB
Jaja Miharja Akui Godaan Terberat: Duren, Tapi Dilarang Dokter!

Di kawasan Warung Buncit yang ramai, Senin siang lalu, Jaja Miharja terlihat perlahan berjalan. Aktor senior itu memang belum sepenuhnya pulih, tapi semangatnya untuk kembali beraktivitas sudah tak terbendung. Ya, kondisinya memang membaik, meski masih butuh waktu.

Soal menjaga kesehatan, Jaja mengaku kini lebih berhati-hati. Pola makan dijaga, ini-itu diatur. Tapi namanya manusia, godaan itu selalu ada. "Makan… ya nyuri-nyuri dikit lah, makan kambing," akunya sambil tertawa ringan saat kami berbincang.

Namun begitu, ada satu godaan yang jauh lebih berat baginya. Sesuatu yang sangat dirindukannya, tapi justru sama sekali tak boleh disentuh atas perintah dokter.

"Duren! Ada rencana mau makan duren tapi dilarang dokter, nggak boleh sama sekali,"

Ucapannya lugas. Lalu ketika ditanya mana yang lebih dirindukan, kambing atau durian, jawabannya spontan. "Dua-duanya! Tapi dilarang dokter," katanya lagi, senyum mengembang. Rasanya seperti menggoda diri sendiri.

Di tengah semua pantangan ini, rasa syukur yang paling utama. Jaja Miharja tampak lega bisa perlahan kembali ke dunia yang dicintainya.

"Alhamdulillah. Minta doanya aja biar Ayah jaga sehat, bisa aktif lagi, bisa menghibur lagi,"

Harapannya sederhana. Baru-baru ini, kebahagiaan itu ia rasakan betul. Setelah sekian lama absen, ia akhirnya kembali tampil di televisi. "Gembira sekali bisa ketemu temen-temen, ketemu Raffi, ketemu Sule, Irfan," ujarnya, antusiasme di suaranya terdengar jelas.

Meski begitu, jalan pemulihan belum usai. Ia mengakui masih ada keluhan. "Sedikit. Ada linu-linu dikit di tumit kalau jalan," jelasnya. Untuk memantau perkembangan, kontrol ke rumah sakit tetap ia jalani rutin, sebulan sekali.

Kini, tongkat menjadi teman setianya ke mana-mana. "Iya, sekarang tongkat nemenin. Harus rutin jalan," tuturnya. Bahkan rencana kuliner pun harus menyesuaikan. Ia sempat berniat menyambangi warung kambing langganannya di Bogor. Sayangnya, rencananya buyar. "Tadinya mau ke Bogor, mau ke warung kambing, tapi nggak jadi, tutup warungnya," keluhnya.

Lambat tapi pasti, itulah yang sedang dijalani Jaja Miharja. Dengan tongkat di tangan dan senyum yang tak pernah hilang, ia bertekad untuk kembali menghibur.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar