Kanker usus atau kanker kolorektal menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama pada wanita muda, karena gejala awalnya kerap tidak disadari dan sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa sehingga banyak penderita terlambat mendapatkan diagnosis serta penanganan medis.
Penyakit ini terjadi akibat perubahan atau mutasi gen pada jaringan usus besar. Meskipun penyebab pasti mutasi tersebut belum diketahui secara pasti hingga saat ini, sejumlah faktor gaya hidup diduga kuat dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus. Pola makan rendah serat, konsumsi daging merah dan makanan berlemak secara berlebihan, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi beberapa faktor yang disebut-sebut turut memicu pertumbuhan sel abnormal di usus besar.
Salah satu gejala awal yang sering terabaikan adalah rasa lelah berlebihan. Kondisi ini dapat terjadi akibat anemia yang disebabkan oleh perdarahan kecil namun berlangsung terus-menerus di saluran pencernaan. Perdarahan tersebut membuat kadar hemoglobin menurun sehingga pasokan oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya, penderita dapat merasa lemas, pucat, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami sesak napas saat beraktivitas.
Di sisi lain, penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa perubahan pola makan atau olahraga juga perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa terjadi karena tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk melawan pertumbuhan sel abnormal, sementara penyerapan nutrisi di usus mulai terganggu.
Adanya darah pada tinja atau perdarahan dari anus merupakan salah satu tanda yang tidak boleh diabaikan. Warna darah bisa bervariasi, mulai dari merah terang hingga merah tua yang bercampur dengan feses. Perdarahan ini dapat terjadi akibat luka atau iritasi pada dinding usus yang dipicu oleh pertumbuhan tumor. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya.
Perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat menjadi tanda awal kanker usus. Gejala ini dapat berupa diare berkepanjangan, sembelit yang terus-menerus, atau perubahan bentuk dan konsistensi tinja. Berbeda dengan gangguan pencernaan biasa, perubahan pola buang air besar akibat kanker usus umumnya berlangsung selama beberapa minggu dan tidak membaik meski pola makan telah diperbaiki.
Sementara itu, nyeri perut yang muncul berulang kali dan tidak kunjung hilang juga perlu mendapat perhatian. Pada tahap awal, rasa nyeri biasanya terasa ringan atau berupa kram yang datang dan pergi. Lokasi nyeri dapat berbeda-beda tergantung letak tumor di dalam usus.
Banyak gejala kanker usus pada wanita muda yang mirip dengan masalah pencernaan sehari-hari, sehingga sering dianggap sepele. Karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami perubahan pola buang air besar yang berkepanjangan, perdarahan saat buang air besar, penurunan berat badan tanpa sebab, atau kelelahan yang tidak biasa.
Artikel Terkait
Video Viral: PKL di Salemba Hanya Geser Lokasi Saat Satpol PP Berjaga, Bukan Bubar
Harga Emas Batangan Pegadaian Turun, UBS Satu Gram Rp2,676 Juta
Ketua DPRD Jatim Bantah Keras Terlibat Program Makan Bergizi Gratis, Tantang Penyebar Isu Buktikan Tuduhan
Paragon Wardah Buka Beasiswa Kepemimpinan Global bagi Perempuan Muda Indonesia ke Qatar