MURIANETWORK.COM - Holding BUMN Industri Pertahanan Defend ID mengalokasikan anggaran investasi strategis senilai Rp3,14 triliun dalam RKAP 2026. Alokasi dana yang didominasi untuk pengembangan ini bertujuan memperkuat industri hulu pertahanan dan mengurangi ketergantungan impor komponen kritis alutsista. Rencana ini disampaikan dalam pembahasan dengan DPR, yang turut menyoroti struktur utang dan upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Fokus pada Penguasaan Teknologi dan Produksi
Dari total anggaran investasi sebesar Rp3,14 triliun, porsi terbesar dialokasikan untuk kategori pengembangan. Nilainya mencapai Rp2,67 triliun atau sekitar 84,9 persen. Sisa anggaran, yakni Rp474 miliar, diperuntukkan bagi investasi pemeliharaan. Komposisi ini menunjukkan prioritas holding untuk memperdalam penguasaan teknologi dan meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri secara signifikan.
Direktur Utama Holding Defend ID Yoga Dharma Setiawan menjelaskan bahwa pendanaan investasi ini bersumber dari gabungan dana internal dan dukungan negara.
"Sumber pendanaan dari non-PMN mendominasi sebesar 67,7% atau Rp2,13 triliun, sementara dukungan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) berkontribusi sebesar 32,3% atau Rp1,01 triliun," jelasnya.
Distribusi Anggaran ke Anak Perusahaan
Anggaran investasi tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah anak perusahaan strategis di bawah naungan Defend ID. PT Pindad mendapat alokasi terbesar, yaitu Rp1,11 triliun. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat lini produksi kendaraan tempur dan munisi, termasuk mendukung proyek fasilitas Propelan Merah Putih.
Selanjutnya, PTDI (Dirgantara Indonesia) memperoleh Rp608,1 miliar untuk pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas produksi pesawat N219 serta CN235. PT Dahana dialokasikan dana sebesar Rp558,2 miliar guna pembangunan pabrik bahan peledak dan operasional on-site plant.
Sementara itu, PT PAL Indonesia dan PT Len Industri masing-masing mengelola anggaran investasi sebesar Rp507,2 miliar dan Rp358,9 miliar. Anggaran ini ditujukan untuk mendukung penguatan infrastruktur produksi kapal selam serta industri radar nasional.
Artikel Terkait
Pengamat: Sistem MLFF Bisa Hilangkan Antrean Tol Akibat Saldo E-Toll Kosong
Gangguan Ginjal Kronis Kini Serang Kaum Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Polres Tapin Panen Perdana Jagung dari Lahan Tidur Milik Polri