Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional

- Kamis, 26 Maret 2026 | 15:15 WIB
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional

Laba bersih PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terjun bebas. Sepanjang 2025, emiten tambang ini hanya membukukan laba bersih USD 258 juta, atau sekitar Rp 4,39 triliun. Angka itu terpaut jauh dari realisasi tahun sebelumnya yang mencapai USD 642 juta. Penurunannya nyaris 60 persen.

Penyebabnya? Kombinasi dari larangan ekspor konsentrat dan proses ramp-up smelter yang masih berjalan. Pendapatan perusahaan pun ikut merosot 31 persen, dari USD 2,66 miliar di 2024 menjadi USD 1,847 miliar tahun lalu.

Direktur Utama Amman Mineral, Arief Sidarto, mengakui tahun 2025 adalah masa transisi yang berat.

Namun begitu, ada secercah cahaya di ujung terowongan. Menurut Arief, perbaikan mulai terlihat di kuartal akhir tahun. Saat itu, AMMN akhirnya mendapat izin ekspor konsentrat dengan kuota 480.000 metrik ton kering, berlaku untuk enam bulan. Izin ini memberi ruang bernapas selama fase ramp-up smelter berlangsung.

Di sisi lain, aktivitas penambangan Fase 8 memang sudah dimulai. Volume bijih segar yang digali melonjak 60 persen, sayangnya kadarnya lebih rendah ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Imbasnya, produksi konsentrat tahun 2025 anjlok 41 persen secara tahunan, hanya 446.563 metrik ton kering.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar