JAKARTA – Harga patokan untuk nikel kemungkinan bakal naik. Kabar ini datang langsung dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, Rabu lalu.
Menurut Bahlil, inisiatif menaikkan Harga Patokan Mineral (HPM) nikel ini merupakan respons atas perintah Presiden. Intinya, Prabowo meminta agar dicari sumber-sumber pendapatan negara baru dari sektor mineral yang selama ini dinilai belum memberikan kontribusi yang adil.
"Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," ujar Bahlil.
"Kemungkinan besar HPM untuk nikel saya akan naikkan," tambahnya tegas.
Dia melanjutkan, pesan dari Presiden cukup jelas: kepentingan negara harus jadi prioritas utama. Pemanfaatan komoditas mineral yang selama ini banyak dikelola swasta, harus bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negeri.
Artikel Terkait
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
IHSG Anjlok 1,34% Usai Reli, Aksi Jual Big Cap Jadi Pemicu
Petrosea dan Konsorsium Amankan Kontrak Rp989 Miliar untuk Proyek LNG Masela
IHSG Berbalik Merah Usai Dibuka Menguat, Sektor Keuangan dan Industri Jadi Penahan