Jakarta bakal disesaki kendaraan dalam hitungan hari. Menyambut puncak arus mudik dan balik Natal serta Tahun Baru, Polri sudah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Dua yang utama adalah sistem contraflow dan one way.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan hal itu dalam sebuah rapat lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (15/12/2025). Menurutnya, pengaturan teknis itu sudah tercantum dalam Surat Keputusan Bersama tentang penyeberangan dan lalu lintas.
"Intinya, kami mengatur sistem jalur dan lajur pasang surut," ujar Sigit.
"Rekayasa yang akan diterapkan mulai dari contraflow sampai dengan one way."
Namun begitu, persiapan tak cuma soal mengalirkan kendaraan. Sigit juga menyebut ada sejumlah pembatasan yang akan diberlakukan, khususnya di titik-titik rawan seperti Pelabuhan Merak dan Ketapang. Proyek konstruksi di sepanjang jalur tol, misalnya, akan dihentikan sementara untuk menghindari kemacetan tambahan.
Yang menarik, Polri juga punya cara unik untuk menangani kelelahan pengemudi. "Kami akan mengalihfungsikan sementara 51 unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor. Itu nanti jadi tempat istirahat bagi pengguna jalan yang kelelahan," paparnya. Ini salah satu persiapan konkret yang diharapkan bisa mengurangi risiko kecelakaan.
Di sisi lain, untuk mengawal semua rencana ini, digelarlah Operasi Lilin 2025. Operasi gabungan yang melibatkan TNI dan banyak pihak ini rencananya berlangsung selama dua minggu penuh, dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Angkanya cukup besar. Sigit memaparkan, operasi ini melibatkan total hampir 147 ribu personel gabungan. Rinciannya, 77.637 dari Polri, 13.775 dari TNI, dan sisanya sebanyak 55.289 berasal dari berbagai stakeholder.
Mereka berasal dari beragam latar mulai dari Pol PP, Perhubungan, Basarnas, relawan seperti Pramuka dan Senkom, hingga perusahaan seperti Pertamina dan PLN. Sinergi massal ini ditujukan untuk satu hal: memastikan perjalanan masyarakat aman dan lancar.
Selama operasi berjalan, Polri akan membangun posko-posko terpadu yang fokus pada pengamanan dan pelayanan. Sasaran pengamanannya pun luas. Tahun ini, ada 44.436 objek yang akan diawasi, mencakup gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga objek wisata dan lokasi perayaan. Semua tangan digerakkan untuk mengantisipasi keramaian yang diprediksi akan luar biasa padat.
Artikel Terkait
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram
Kajati Sulsel Setujui Penghentian Penuntutan Anggota Polri Terduga Pelaku KDRT Lewat Keadilan Restoratif