Andre Khor menegaskan arah perusahaan ke depan.
"Perseroan tetap fokus dalam mendorong tiga pilar strategis, Energi, Kimia, dan Infrastruktur, serta menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari pertumbuhan untuk menciptakan nilai jangka panjang," tuturnya.
Dampaknya terlihat jelas di neraca. Total aset TPIA membengkak lebih dari dua kali lipat, mencapai hampir USD 12,4 miliar. Angka ini meningkat 117,6% dari periode sebelumnya yang USD 5,6 miliar.
Namun begitu, liabilitas juga ikut naik menjadi USD 7,66 miliar. Meski begitu, ekuitas pemegang saham tetap tumbuh sehat, meningkat menjadi USD 4,65 miliar. Neracanya tetap kuat, seperti yang disampaikan Andre.
Secara keseluruhan, 2025 adalah tahun yang spektakuler bagi Chandra Asri. Mereka tak hanya mencetak laba luar biasa, tetapi juga berhasil mengonsolidasikan bisnis baru dan memperkokoh struktur keuangannya.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo